PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP HIDROPONIK DI DAERAH PERKOTAAN

Main Article Content

Surya Hermawan
Rivandi Santoso
Calvin Andy S.
Richard Imanuel
Enrico Lysander
Christian William P.
Hansel Wijaya K.

Abstract

Semakin hari jumlah penduduk di dunia semakin bertambah. Diperkirakan pada tahun 2050 jumlah penduduk di seluruh dunia mencapai 9,8 miliar jiwa. Hal ini disertai dengan meningkatnya kebutuhan akan lahan, jumlah lahan yang tersedia di dunia tidak akan bertambah sehingga lahan pertanian semakin sempit. Oleh karena itu, untuk mengatasi lahan pertanian yang mulai berkurang di daerah perkotaan ini diciptakanlah sistem pertanian baru yang tidak hanya dapat dikembangkan di lahan sempit, tetapi juga ramah lingkungan disebut hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pendapat masyarakat terhadap sistem pertanian hidroponik di daerah perkotaan Surabaya. Metode yang digunakan di laporan ini dalam menentukan pandangan masyarakat yaitu dimulai dengan survei kawasan sekitar di Surabaya, lalu mewawancarai masyarakat dan beberapa mahasiswa. Setelah itu, ditarik kesimpulan berdasarkan hasil wawancara. Berdasarkan opini-opini warga didapat hasil dari kuesioner sebesar rata-rata 67,5% setuju bahwa sistem hidroponik ini dapat membawa dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat. Kegiatan hidroponik ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam belajar bagaimana melakukan sistem budidaya pertanian di lahan yang relatif sempit.

Article Details

How to Cite
Hermawan, S., Santoso, R., Andy S., C., Imanuel, R., Lysander, E., William P., C., & Wijaya K., H. (2023). PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP HIDROPONIK DI DAERAH PERKOTAAN. Journal Community Service Consortium, 3(2). https://doi.org/10.37715/consortium.v3i2.4271
Section
Articles

References

Badan Pusat Statistik. (2018). Luas Lahan Pertanian yang Diusahakan Menurut Jenis Pengairan per Kecamatan 2016. Retrieved from https://surabayakota.bps.go.id/statictable/2018/01/11/558/luas-lahan-pertanian-yangdiusahakan-menurut-jenis-pengairan-perkecamatan-ha-2016-lanjutan-.html. Diakses Tanggal 28 Mei 2019.

Balai Besar Pelatihan Pertanian. (2012). Pertanian Organik vs Hidroponik. Retrieved From http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/550-pertanian-organik-vs-hidroponik. Diakses Tanggal 10 Juni 2019.

Central Intelligence Agency. (2018). The World Factbook. Retrieved from https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/id.html. Diakses Tanggal 10 Juni

Indonesia for Global Justice. (2018). Data Lahan Pertanian Lima Tahun Terakhir Periode 2012–2016. Retrieved from http://igj.or.id/wp-content/uploads/2018/11/data-pertanian-dan-analisisnya-5-tahun-terakhir-periode-2012-2016-1.pdf. Diakses Tanggal 10 Juni 2019.

Institut Pertanian Bogor. (2015). Kelebihan dan Kekurangan Bercocok Tanam Hidroponik.

Retrieved from http://psp3.ipb.ac.id/distansukabumikota/?p=2053. Diakses Tanggal 10 Juni 2019.

Katadata. (2018). 2018, Pendatang ke Jakarta Turun. Retrieved from https://databoks. katadata.co.id/datapublish/2018/07/30/2018-pendatang-ke-jakarta-turun. Diakses Tanggal 10 Juni 2019

Kementerian Desa. (2018). Pelatihan Hidroponik Angkatan 8. Retrieved from https://balilatfo.

kemendesa.go.id/view/detil/196/pelatihanhidroponik-angkatan-8. Diakses Tanggal 10 Juni 2019.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2019). Hidroponik, Solusi Pertanian Lahan Sempit. Retrieved from http://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3186. Diakses Tanggal 10 Juni 2019.

Lingga, Pinus. (2006). Hidroponik, Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Jakarta: Penebar Swadaya. Our World in Data. (2017). How much of the world’s land would we need in order to feed the global population with the average diet of a given country? Retrieved from https://ourworldindata.org/agricultural-land-byglobal-diets. Diakses Tanggal 10 Juni 2019.

Suryo, Gurit Ady. (2015). Eutrofikasi Penyebab Kematian Massal Ikan. Retrieved from http://lipi.go.id/berita/single/Eutrofikasi-Penyebab-Kematian-Massal-Ikan/10464. Diakses Tanggal 10 Juni 2019.

United Nations. (2017). World population projected to reach 9.8 billion in 2050, and 11.2 billion in 2100. Retrieved From https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world-population-prospects2017.html. Diakses Tanggal 10 Juni 2019.

Roidah, I. S. (2014). Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo, 1(2), 43–50.

Sengkey, M. Y., Wangke, M. Y., & Manginsela, E. P. (2017). Persepsi Masyarakat terhadap Hidroponik di Kelurahan Teling Bawah, Kota Manado. Jurnal Agri-SosioEkonomi Unsrat, 13(2), 33–46.

Tallei, T. E., Rumengan, I. F. M., & Adam, A. A. (2017). Hidroponik untuk Pemula. Manado: Unsrat Press.

Kaunang, S. G., Memah, M. Y., & Kumaat, R. M. (2016) Persepsi Masyarakat terhadap Tanaman Hidroponik di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Jurnal Agri-SosioEkonomi Unsrat.

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.