Karena Masa Depan Sungguh Ada, dan Harapanmu Tidak Akan Hilang
Main Article Content
Abstract
The conditions experienced by teenagers living in orphanages, such as the absence of parents and economic limitations can make teenagers have a higher possibility of feeling unhappy. This research aims to find how teenagers describe their sense of happiness and to obtain the dominant factors that shape the happiness of teenagers living in orphanages who have a background of economic limitations. The research method used is a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation on orphanage teenagers. Based on the results of data analysis, orphanage teenagers can also feel happiness. The meaning of happiness for teenagers is related to having lots of friends, doing activities together, and fulfilling primary and secondary needs well. The dominant factors that shape orphanage teenagers' happiness are the presence of other people such as peers (older or younger siblings in the orphanage), adequate education, material adequacy, and activities with people around them. This research can used to maintaining or enhance the happiness of foster children in orphanages. Additionally, it contribute to the field of psychology, particularly in understanding of the concept of happiness and the factor shaping the happiness of teenagers living in orphanages.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abdullah, L. H., & Takwin, B. (2018). Gambaran harga diri remaja sebagai prediktor prestasi akademik remaja panti asuhan X. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang), 9(1), 46-58.
Agusmin, M., & Rozali, R. D. Y. (2019). Studi literasi keuangan dalam meningkatkan perilaku menabung remaja. In Seminar Internasional Riksa Bahasa.
Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni mengelola data: penerapan triangulasi teknik, sumber dan waktu pada penelitian pendidikan sosial. 5(2), 146–150. doi: 10.31764/historis.vXiY.3432
Alwis, T. S., & Kurniawan, J. E. (2018). Hubungan antara body image dan subjective well-being pada remaja putri. Psychopreneur Journal, 2(1), 52-60. doi: 10.37715/psy.v2i1.867
Anggreni, D., Hety, D. S., & Susanti, I. Y. (2023). Upaya optimalisasi tumbuh kembang pada anak pra sekolah di ponkesdes randubangu wilayah upt puskesmas mojosari Kabupaten Mojokerto. Jurnal Abdimakes, 3(2), 90-96. doi: 10.55316/amk.v3i2.968
Apriani, F., & Listiyandini, R. A. (2019). Kecerdasan emosi sebagai prediktor resiliensi psikologis pada remaja di panti asuhan. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 8(2), 325–339. doi: 10.30996/persona.v8i2.2248
Aprilianti, A. F. (2020). Konsep kebahagiaan perspektif psikologi dan al-qur’an. Dar el-Ilmi: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan Dan Humaniora, 7(2), 82-100. doi: 10.52166/dar%20el-ilmi.v7i2.2088
Ayuningtyas, E. R., & Hidir, A. (2021). Prestasi akademik anak Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Bangkinang Kota. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1(4), 755-766. doi: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i4.864
Delima, A. I., & Sari, C. A. K. (2021). Pengaruh bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap kemampuan interaksi sosial remaja. Jurnal Al-Taujih, 7(1), 29–37. doi: 10.15548/atj.v7i1.2450
Diponegoro, A. M., Rohaeni, E., Santoso, A. M., Diastu, N. R., Ali, K., Marsha, G. C., & Nurjannah, E. S. (2020). Peran emosi positif pada guru pembimbing khusus di masa pandemic COVID-19. In Prosiding Seminar Nasonal Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, 1, 1–7.
Fitria, R. D., Rosra, M., & Shinta, M. (2017). Pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa. ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling), 5(4), 53-67.
Gunawan, C. A. I. (2020). Kebahagiaan remaja panti asuhan. Jurnal Ilmiah Psikologi Mind Set, 11(2), 68-85. doi: 10.35814/mindset.v11i02.1385
Hafiza, S., & Mawarpury, M. (2018). Pemaknaan kebahagiaan oleh remaja broken home. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 59-66. doi: 10.15575/psy.v5i1.1956
Harefa, D. (2020). Edukasi pembuatan bookcapther pengalaman observasi di SMP Negeri 2 Toma. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 69-73. doi: 10.57094/haga.v1i2.324
Hilda, D., & Tobing, L. D. (2021). Hubungan kesepian dengan ide bunuh diri pada remaja di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 Jakarta. Jurnal Profesi Keperawatan, 8(2), 224-233. doi: 10.31596/jprokep.v8i2.109
Imtihan, R. F., & Ula, M. D. (2024). Strategi pencegahan dan penanganan kecanduan judi online di kalangan remaja di wilayah Desa Ungaran. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 3(11), 71-82.
Kurniawan, Y., & Sudrajat, A. (2017). Peran teman sebaya dalam pembentukan karakter siswa MTS (Madrasah Tsanawiyah). SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 14(2), 1-12. doi: 10.21831/socia.v14i2.17641
Lana, M. C. D., & Indrawati, K. R. (2021). Peranan kualitas persahabatan dan kecerdasan emosional pada kebahagiaan remaja. Jurnal Psikologi Udayana, 8(1), 95–108. doi: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p010
Lubis, B. (2019). Syukur dengan kebahagiaan remaja. Jurnal Pionir, 5(4), 282-287.
Luckytasari, A., Asyaroh, S. P., Febriyanti, A. C., Farida, A. N., & Puspita, A. M. I. (2024). Motivasi menentukan dan meraih cita-cita bagi remaja untuk masa depan bangsa. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 1(4), 21-30.
Nasution, N. C. (2018). Dukungan teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah, 12(2), 159-174.
Rafi, M., & Netrawati. (2019). Happiness of adolescent social orphanage children Tri Murni Padang Panjang. Jurnal Neo Konseling, 1(4). doi: 10.24036/00163kons2019
Rahayu, A. M., Sugara, G. S., & Arumsari, C. (2021). Profil kebahagiaan remaja panti asuhan tasikmalaya serta implikasi terhadap layanan konseling. Journal of Innovative Counseling: Theory, Research & Practice, 5(1), 27-35.
Rahmawati, B. D., Listiyandini, R. A., & Rahmatika, R. (2019). Seberapa jauh aku bisa bangkit? sebuah studi mengenai profil resiliensi psikologis remaja panti asuhan. Insight: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 15(2), 232. doi: 10.32528/ins.v15i2.1884
Raissachelva, E. P., & Handayani, E. (2020). Hubungan antara kelekatan pada orang tua dan teman terhadap subjective well-being remaja yang ditinggalkan orang tua bekerja sebagai pekerja migran. Journal of Psychological Science and Profession, 4(1), 12-22. doi: 10.24198/jpsp.v4i1.23633
Sagita, S., Rifayanti, R., & Rasyid, M. (2022). Interaksi sosial dengan kesepian pada remaja panti asuhan. Jurnal Imiah Psikologi, 10(2), 252–259. doi: 10.30872/psikoborneo
Sebastian, T. (2016). Mengenal fenomenologi persepsi merleau-ponty tentang pengalaman rasa. MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion, 32(1), 94-115. doi: 10.26593/mel.v32i1.1927.94-115
Selvam, T. (2017). Functions of peer group in adolescence life. Journal of Scientific Research and Review, 6(1), 131-136.
Setiowati, S. T. (2023). Kabupaten Badung dalam angka (A.A. Jayandrana, Ed) Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung. https://badungkab.go.id/storage/kab/file/Badung%20Dalam%20Angka%202023.pdf
Siregar, G. B. (2019). Ibu rumah tangga dalam manajemen keuangan keluarga. Jurnal Kajian Gender Dan Anak, 3(2), 108-118.
Stevanus, K., & Setiarini, M. (2021). Konsep diri remaja kristen yatim piatu: Studi fenomenologi. Journal of Pasoral Counseling, 1(2), 83-95. doi: 10.52960/r.v1i2.53
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta Bandung.
Yusuf, M. (2017). Pengaruh ekonomi keluarga terhadap putusnya sekolah anak. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10(2). 99-108 doi: 10.17977/UM014v10i22017p089

