Penerapan cognitive behavior therapy untuk mengatasi gangguan cemas menyeluruh

Isi Artikel Utama

Atina Okta Fadillah
Dessy Pranungsari

Abstrak

Gangguan cemas menyeluruh adalah kecemasan secara menyeluruh dan menetap serta tidak berbatas pada situasi tertentu saja. Individu yang mengalami gangguan cemas menyeluruh tentunya akan memiliki hambatan dalam beraktivitas sehari–hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan penerapan CBT (cognitive behavior therapy) pada individu yang mengalami gangguan cemas menyeluruh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen single case pre test–post test. Subjek penelitian ini adalah seorang perempuan yang mengalami gangguan cemas menyeluruh. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan alat tes psikologi. Pengukuran gangguan cemas menyeluruh menggunakan GAD-7. Intervensi pada penelitian ini adalah CBT dengan teknik mind over mood. Intervensi diberikan sebanyak 5 kali pertemuan. Terdapat penurunan skor GAD-7 pada subjek setelah dilakukan CBT. Sebelum diberikan CBT skor GAD-7 sebesar 14 (sedang) dan setelah diberikan CBT skor GAD-7 subjek turun menjadi 2 (normal). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CBT mampu untuk mengatasi gangguan cemas menyeluruh yang dialami.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Fadillah, A. O., & Pranungsari, D. (2024). Penerapan cognitive behavior therapy untuk mengatasi gangguan cemas menyeluruh. Psychopreneur Journal, 8(1), 1–15. https://doi.org/10.37715/psy.v8i1.3594
Bagian
Articles

Referensi

Arjadi, R. (2012). Terapi kognitif-perilaku untuk menangani depresi pada lanjut usia. (Skripsi tidak dipublikasikan). Fakultas Psikologi UI

Altemus, M., Sarvaiya, N., & Epperson, C. N. (2014). Sex differences in anxiety and depression clinical perspectives. Frontiers in neuroendocrinology, 35(3), 320-330.

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder. Five Edition. Washington, DC : American Psychiatric Association.

Anxiety Disorders Association of America (ADAA). (2015, Juli). Generalized Anxiety Disorser. Diunduh dari: https://adaa.org/sites/default/files/July%2015%20GAD_adaa.pdf/ Tanggal 22 Februari 2023.

Bahrami, F., & Yousefi, N. (2011). Females are more anxious than males: a metacognitive perspective. Iranian journal of psychiatry and behavioral sciences, 5(2), 83.

Behar, E., DiMarco, I. D., Hekler, E. B., Mohlman, J., & Staples, A. M. (2009). Current theoretical models of generalized anxiety disorder (GAD): Conceptual review and treatment implications. Journal of anxiety disorders, 23(8), 1011-1023.

Bienvenu, O. J., Nestadt, G., & Eaton, W. W. (1998). Characterizing generalized anxiety: temporal and symptomatic thresholds. The Journal of nervous and mental disease, 186(1), 51-56.

DEPKES. RI. (2000). Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ-III). Direktorat Kesehatan Jiwa Depkes RI.

Greenberger, Dennis., & Padesky, A Christine. (1995). Mind Over Mood:Change How You Feel by Changing The Way You Think. Ebook. New York : The Guilford Press

Haikal, M. (2022). Terapi kognitif perilaku untuk mengurangi gejala kecemasan. Procedia: Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 10(2), 47-52.

Hawley, L. L., Padesky, C. A., Hollon, S. D., Mancuso, E., Laposa, J. M., Brozina, K., & Segal, Z. V. (2017). Cognitive-Behavioral Therapy for Depression Using Mind Over Mood: CBT Skill Use and Differential Symptom Alleviation. Behavior Therapy, 48(1), 29-44. Retrieved from https://doi.org/10.1016/j.beth.2016.09.003

Hettema, J. M. (2008). The nosologic relationship between generalized anxiety disorder and major depression. Depression and Anxiety, 25(4), 300-316.

Kaplan, H. I., Sadock, B. J., & Grebb, J. A. (2010). Sinopsis psikiatri: Ilmu pengetahuan perilaku psikiatri klinis. Dr. I. Made Wiguna S. Jakarta: Bina Rupa Aksara, 113-129.

Mackintosh, M. A., Gatz, M., Wetherell, J. L., & Pedersen, N. L. (2006). A twin study of lifetime generalized anxiety disorder (GAD) in older adults: genetic and environmental influences shared by neuroticism and GAD. Twin research and human genetics, 9(1), 30-37.

Makwa, D. J., & Hidayati, E. (2019). Cognitive behavior therapy dengan teknik mind over mood untuk mengatasi gangguan kecemasan menyeluruh. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 4(1), 15-15.

McLean, C. P., & Anderson, E. R. (2009). Brave men and timid women? A review of the gender differences in fear and anxiety. Clinical psychology review, 29(6), 496-505.

Meichenbaum, Donald. (1979). Cognitive – Behavior Modification: An Integrative Approach. Ebook. New York : Plenum Press

Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Green, E. B. (2005). Psikologi abnormal (Terjemahan). Jakarta: Erlangga.

Oemarjoedi, A. Kasandra. (2003). Pendekatan Cognitive Behavior Dalam Psikoterapi. Jakarta: Kreatif media

Rector, N.A. (2010). Cognitive behaviour therapy:an information guide. Canada: Centre for Addiction and Mental Health

Riza, Wina Lona. (2016). Penerapan Terapi Perilaku Kognitif (Cognitive Behavioral Therapy) untuk mengurangi simtom pada Subjek yang mengalami Gangguan Kecemasan Umum. PSYCHOPEDIA. 1(1). 21-29.

Saleh, U. (2019). Anxiety Disorder (Memahami gangguan kecemasan: jenis-jenis, gejala, perspektif teoritis dan Penanganan). Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, 4, 37.

Spitzer, R. L., Kroenke, K., Williams, J. B. W., & Löwe, B. (2006). A brief measure for assessing generalized anxiety disorder: The GAD-7. Archives of Internal Medicine,166(10), 1092–1097. https://doi.org/10.1001/archinte.166.10.1092
Stallard, P. (2002). Think good, feel good: A cognitive behavioural therapy workbook for children and young people. West Sussex: John Wiley & Sons Ltd

Szymanska, K & palmer, S. (2011). Psikoterapi dan Konseling Kognitif dalam Konseling dan Psikoterapi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Wahidah, F., & Adam, P. (2019). Cognitive behaviour therapy untuk mengubah pikiran negatof dan kecemasan pada remaja. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(2). 57 – 69