Relasi Pertukaran Sosial: Petani Bawang Merah dan Tengkulak di Nganjuk Jawa Timur PETANI BAWANG MERAH DAN TENGKULAK DI NGANJUK JAWA TIMUR

Main Article Content

Clara Hosana Yessica Jelita Dewi
Arnelita Natalie Antonio
Clarissa Serena Wibowo
Inggrid Devyana Chandra
Jennifer Olivia Lapod
Valencia Lo

Abstract

Abstract. Enormous contribution of the agricultural sector does not necessarily improve the welfare level among farmers. Previous research shows that farmers are dependent on middlemen, therefore they tend to give in and agree with the price decided by middlemen. However, there are different conditions in Nganjuk. The purpose of this research is to identify actors involved, strengths and power, as well as social exchange between shallot farmers who have bargaining power and middlemen in Nganjuk regency, East Java. This study uses a qualitative approach with thematic analysis, utilizing interview and photo documents as a form of collecting the data. Participants involved in this study were 2 farmers, 3 middlemen, and village headman. Result shows that farmers’ bargaining power is shown by ownership of resources, alternative sales, and ability to negotiate prices. Other than shallots and money being the main material exchange resources, trust as part of the process is a  non-material exchange resource. This study found that driving factors between farmer-middleman exchange relations were trust, a sense of kinship, profit, and professionalism between actors involved. Whereas risk factors involve breach of agreement. Another interesting finding is the existence of a key actor, namely the village head as a mediating figure. Limitations in this research include language barriers, lack of in-depth probing due to the farmers and middlemen having double jobs, and limited access to brokers as the relation medium. 

Article Details

How to Cite
Dewi, C. H. Y. J., Antonio, A. N., Wibowo, C. S., Chandra, I. D., Lapod, J. O., & Lo, V. (2023). Relasi Pertukaran Sosial: Petani Bawang Merah dan Tengkulak di Nganjuk Jawa Timur: PETANI BAWANG MERAH DAN TENGKULAK DI NGANJUK JAWA TIMUR. Psychopreneur Journal, 7(1), 58–78. https://doi.org/10.37715/psy.v7i1.3443
Section
Articles

References

Aji, B. D. P. (2019). Analisis pendapatan dan efisiensi usaha tani bawang merah (studi pada pertanian bawang merah
Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 7(2), 1-9.

Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni mengelola data: Penerapan triangulasi teknik, sumber dan waktu pada penelitian pendidikan sosial. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 146-150. doi:10.31764/historis.v5i2.3432

Amang, B. A. (2016). Relasi pemilik kapital dengan kekuasaan dalam tata niaga bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Politik Muda, 5(3), 321-332.

Badan Pusat Statistik. (2021). Luas panen, produksi, dan produktivitas padi menurut provinsi 2019-2021. Diunduh dari https://www.bps.go.id/indicator/53/1498/1/luas-panen-produksi-dan-produktivitas-padi-menurut-provinsi.html

Badan Pusat Statistik. (2022). Nilai tukar petani. Diunduh dari https://www.bps.go.id/subject/22/nilai-tukar-petani.html

Badan Litbang Pertanian. (2019). Prospek & arah pengembangan agribisnis. Diunduh dari http://www.litbang.pertanian.go.id/special/komoditas/b3bawang

Baswarsiati, & Tafakresnanto, C. (2019). Kajian penerapan Good Agricultural Practices (GAP) bawang merah di Nganjuk dan Probolinggo. Agrika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(2), 147-161. doi:10.31328/ja.v13i2.1206

Blau, P. M. (1986). Exchange and power in social life. New York: Transaction Books.

Boyatzis, R. E. (1998). Transforming qualitative information: Thematic analysis and code development. USA: Sage.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative research in psychology, 3(2), 77-101.

Catriana, E. (2022, September 8). Harga pangan di Jakarta: Bawang merah naik, telur turun. Kompas Money. Diunduh dari https://money.kompas.com/read/2022/09/08/121200026/harga-pangan-di-jakarta--bawang-merah-naik-telur-turun

Creswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five approaches (2nd ed.). California: Sage.

Creswell, J. W., Hanson, W. E., Clark Plano, V. L., & Morales, A. (2007). Qualitative research designs: Selection and implementation. The counseling psychologist, 35(2), 236-264. doi:10.1177/0011000006287390

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Los Angeles: Sage.

Dobrijevic, G., Stanisic, M., & Masic, B. (2011). Sources of negotiation power: An exploratory study. South African journal of business management, 42(2), 35-41.

Gayati, M. D. (2021, February 17). BPS catat rumah tangga miskin terbesar berasal dari sektor pertanian. Antara News. Diunduh dari https://www.antaranews.com/berita/2005209/bps-catat-rumah-tangga-miskin-terbesar-berasal-dari-sektor-pertanian

Gofur, M. A., Fadah, I., & Sumani. (2014). Analisis modal kerja petani cabai merah besar di Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi. Artikel Ilmiah Mahasiswa, 1(1), 1-5.

Halim, A., & Faisal, M. (2022). Analisis hubungan penguasaan lahan dan pola bagi hasil dengan tingkat kemiskinan petani penggarap. Pallangga Praja, 4(1), 11-22.

Hakim, A., Simanjuntak, M., & Hasanah, N. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian di instagram: peran trust sebagai variabel mediator. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 14(3), 296-309.

Hesse-Biber, S., & Williamson, J. (1984). Resource theory and power in families: Life cycle considerations. Family Process, 23(2), 261–278.

Herviani, R. L. (2021). Pengaruh reward, punishment dan motivasi terhadap kinerja karyawan cv.azka baby shop Palembang (Skripsi, Universitas Tridinanti Palembang). Diunduh dari repository.univ-tridinanti.ac.id

Heriyanto. (2018). Thematic analysis sebagai metode menganalisa data untuk penelitian kualitatif. ANUVA, 2(3), 317-324.

Homans, G. C. (1958). Social behavior as exchange. American Journal of Sociology, 63(6), 597–606.

Iqbal, M. A. (2014). Evolusi pertukaran dalam strategi pemasaran. Jurnal Ekonomi Universitas Esa Unggul, 5(1), 25-35.

Junaid, I. (2016). Analisis data kualitatif dalam penelitian pariwisata. Jurnal Kepariwisataan, 10(1), 59-74.

Junaidi, M., Hindarti, S., & Khoiriyah, N. (2020). Efisiensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah (di Desa Tawangsari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang). Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(2), 69-82.

Jungsberg, L., Copus, A., Herslund, L. B., Nilsson, K., Perjo, L., Randall, L., & Berliana, A. (2020). Key actors in community-driven social innovation in rural areas in the Nordic countries. Journal of Rural Studies, 79, 276-285. doi: 10.1016/j.jrurstud.2020.08.004

Kementerian Perdagangan. (2020, January 10). Dukung petani stabilkan harga saat panen raya, kemendag ajak pedagang pengepul manfaatkan srg. Diunduh dari https://www.kemendag.go.id/id/newsroom/trade-news/dukung-petani-stabilkan-harga-saat-panen-raya-kemendag-ajak-pedagang-pengepul-manfaatkan-srg-1

Kilas Bali.com. (2022, August 10). Harga gabah dipermainkan tengkulak. Kilas Bali. Diunduh dari https://www.kilasbali.com/2022/08/10/harga-gabah-dipermainkan-tengkulak/

Lewicki, R. J., Saunders, D. M., Minton, J. W., Roy, J., & Lewicki, N. (2011). Essentials of negotiation. Boston, MA, USA: McGraw-Hill.

Liata, N. (2020). Relasi pertukaran sosial antara masyarakat dan partai politik. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 1(1), 79-95.

Luarn, P., & Lin, H. H. (2003). A customer loyalty model for e-service context. Journal of Electronic Commerce Research, 4(4), 156-167.

Machmudi, I. A. (2021, March 25). Indonesia peringkat ketiga penghasil beras terbesar di dunia. Media Indonesia. Diunduh dari https://mediaindonesia.com/ekonomi/393247/indonesia-peringkat-ketiga-penghasil-beras-terbesar-di-dunia

Mahmudah, E., & Harianto, S. (2014). Bargaining position petani dalam menghadapi tengkulak. Paradigma, 2(1), 1-5.

Mardianti, M. (2019). Jaringan sosial petani bawang merah di Kelurahan Maratan Kabupaten Enrekang (Disertasi, Universitas Negeri Makassar, Makassar). Diunduh dari http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/13795

Marlien, M., & Darmayanti, T. (2006). Analisis faktor yang mempengaruhi hubungan jangka panjang. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 13(2), 1-10.

Megasari, L. A. (2019). Ketergantungan Petani terhadap tengkulak sebagai patron dalam kegiatan proses produksi pertanian (studi di Desa Baye Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri) [Disertasi, Universitas Airlangga, Surabaya]. Diunduh dari https://repository.unair.ac.id/87566/

Mighfar, S. (2015). Social exchange theory: Telaah konsep george c. homans tentang teori pertukaran sosial. Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan, 9(2), 259-282. doi: 10.35316/lisanalhal.v9i2.98

Molm, L. D. (1990). Structure, action, and outcomes: The dynamics of power in social exchange. American Sociological Review, 55(3), 427-447. doi:10.2307/2095767

Muiz, A. A. (2020, August 18). Petani bawang merah di Nganjuk panen raya, berharap harga tidak jatuh. Tribun Jatim. Diunduh dari https://jatim.tribunnews.com/2020/08/18/petani-bawang-merah-di-nganjuk-panen-raya-berharap-harga-tidak-jatuh

Nasution, D. D. (2022, Mei 9). BPS: Penyerapan tenaga kerja pertanian selama 1 tahun capai 1,86 juta orang. Republika. Diunduh dari https://www.republika.co.id/berita/rblwxd423/bps-penyerapan-tenaga-kerja-pertanian-selama-1-tahun-capai-186-juta-orang

Nurhadi, E. (2011). Strategi penguatan posisi tawar petani melalui perbaikan struktur pasar dan pengembangan lembaga ekonomi pedesaan. Jurnal Eksekutif, 8(2), 243-254.

Paramitha, N. A. & Sulomo. (2018). Posisi tawar petani dalam transaksi ekonomi pertanian. Jurnal Analisa Sosiologi, 7(1), 70-84.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk. (2019). Perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Nganjuk tahun 2018 - 2023. Nganjuk: Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Pike, B. E., & Galinsky, A. D. (2019). Power leads to action because it releases the psychological brakes on action. current opinion in psychology, 33. 91-94.

Qariska, H. Q. (2021). Ketergantungan petani padi kepada tengkulak sebagai patron-klien dalam kegiatan pertanian (studi kasus: Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan) (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35-40.

Radar Nganjuk. (2022, September 24). Beli mobil atau sekolahkan BPKB. Jawa Pos Radar Nganjuk, pp. 17.

Rafly, M., Natsir, M., & Sahara, S. (2016). Muzara'ah (perjanjian bercocok tanam) lahan pertanian menurut kajian hukum islam. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 11(2), 220-228.

Rahardjo, M. (2011). Metode pengumpulan data penelitian kualitatif. Naskah tidak dipublikasikan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Raven, B. H. (2008). The bases of power and the power/interaction model of interpersonal influence. Analyses of social issues and public policy, 8(1), 1-22.

Rembulan, C. L., Reginasari, A., & Helmi, A. F. (2020). Psikologi untuk Indonesia: isu-isu terkini relasi sosial dari intrapersonal hingga interorganisasi (A. F. Helmi, A. Reginasari, & C. L. Rembulan, Eds.). Gadjah Mada University Press.

Rembulan, C. L., Kusumowidagdo, A., & Rahadiyanti, M. (2022). Exchanged actors behind the creation of sense of place value in indigenous tourism enterprise Karangrejo Borobudur Indonesia. Journal of Enterprising Communities: People and Places in the Global Economy, (ahead-of-print).

Sanakh, E., Nampa, I. W., & Surayasa, M. T. (2020). Pemasaran bawang merah di Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Eccellentia, 9(1), 72-83.

Santosa, I., Muslihudin, M., Wiwiek, R. A., & Dumasari, D. (2020). Pengembangan teori pertukaran sosial George C. Homans dan Peter M. Blau sesuai dinamika masyarakat petani kekinian. HAKI Karya Ilmiah.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta CV.

Susminingsih, S. (2012). Trust building dan filosofi kerja pengusaha batik etnis jawa, arab dan cina di Kota Pekalongan. Jurnal Penelitian, 9(1), 66-87.

Syaputra, A. (2018). Hubungan sosial patron klien antara tauke sawit dan petani sawit di desa menggala teladan kecamatan tanah putih kabupaten rokan hilir. Jom Fisip, 5(1), 1-14.

Taliwang. (2015, September 15). Harga kedelai di KSB terancam dipermainkan tengkulak. Samawa Rea. Diunduh dari https://www.samawarea.com/2015/09/15/harga-kedelai-di-ksb-terancam-dipermainkan-tengkulak/

Utari, M. (2017). Hubungan sosial ekonomi antara tauke dan petani karet di desa pangkalan serik kecamatan siak hulu kabupaten kampar. Jom Fisip, 4(2), 1-14.

Vila, K. D., Desyana, N., & Rositah, R. (2021). Potensi sumber daya fisik dan non-fisik di Desa Pahmungan, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat. Jurnal Sociologie, 1 (1), 38-4

Wirawan. (2012). Evaluasi kinerja sumber daya manusia. Jakarta: Salemba Empat.