Hubungan antara Perilaku Prososial dan Psychological Well-Being pada Remaja Awal

Main Article Content

Rodelina Marbun
Jenny Lukito Setiawan

Abstract

This research has a goal to know the relationship between prosocial behavior and psychological well-being on early adolescence. This research is using correlational design. Population and sample are junior high school X’s students in Surabaya. The sampling technique uses total population study. There are 153 samples in this research. Data collection uses a scale consisting of a scale of prosocial behavior and psychological well-being scale. The scale of prosocial behavior is adapted from the scale developed by Caprara and Steca (2007), while scale of psychological well-being adapted from the scale developed by Ryff (1989). Pearson Product Moment correlation test results showed that there was a positive correlation between prosocial behavior and psychological well-being in early adolescence (r = 0,299; p <0,05). The more early adolescence perform prosocial behavior the better their psychological well-being.

Article Details

How to Cite
Marbun, R., & Setiawan, J. L. (2019). Hubungan antara Perilaku Prososial dan Psychological Well-Being pada Remaja Awal. Psychopreneur Journal, 3(2), 81–91. https://doi.org/10.37715/psy.v3i2.1375
Section
Articles
Author Biography

Rodelina Marbun

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku prososial dan

psychological well-being pada remaja awal. Penelitian ini dilakukan dengan desain korelasional.

Populasi dan sampel merupakan siswa SMP “X” Surabaya. Teknik pengambilan sampel

menggunakan total population study. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 153 orang.

Pengembilan data menggunakan skala yang terdiri dari skala perilaku prososial dan skala

psychological well-being. Skala perilaku prososial diadaptasi dari skala yang dikembangkan oleh

Caprara dan Steca (2007), sedangkan skala psychological well-being dari skala yang dikembangkan

oleh Ryff (1989). Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa ada hubungan

yang positif antara perilaku prososial dan psychological well-being pada remaja awal (r = 0,299; p

< 0,05). Semakin sering remaja awal melakukan perilaku prososial maka semakin baik

psychological well-beingnya.

Kata kunci: perilaku prososial, psychological well-being, remaja awal