EVALUASI KEPUTUSAN PENUTUPAN IFRESH BERDASARKAN ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL
Main Article Content
Abstract
Dewasa ini, berwirausaha sudah menjadi hal yang sangat umum di masyarakat. Salah satu bidang usaha yang menjadi minat masyarakat untuk berbisnis adalah food and beverage. Karena bisnis makanan dan minuman ini sendiri tidak pernah ada habisnya. Setiap tahun pasti akan selalu ada inovasi dan muncul produk produk yang baru. Selain itu modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar, bahkan untuk skala menengah ke bawah pun bisa. Hal ini membuat entrybarrier dalam usaha makanan minuman menjadi sangat kecil atau bahkan tidak ada. Maka tidak heran apabila banyak usaha yang gulung tikar dan tutup, seperti iFresh. Pihak manajemen tentu harus lebih jeli untuk bisa mengambil keputusan berkaitan dengan perusahaan. Salah satu informasi yang penting untuk perencanaan dan pengambilan keputusan adalah menggunakan analisis biaya diferensial. Analisis biaya diferensial mengukur berapa besar manfaat ataupun pengorbanan yang akan didapat jika memilih alternatif tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keputusan dalam menutup usaha iFresh ini sudah sesuai dengan analisis biaya diferensial. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Proses penelitian ini dimulai dari penggolongan biaya relevan, pemisahan biaya tetap dan variabel, penyusunan laporan keuangan, hingga akhirnya penghitungan analisis biaya diferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari analisis biaya diferensial tersebut, usaha iFresh ini lebih baik untuk ditutup karena manfaat yang diperoleh ketika menutup usaha lebih besar daripada pengorbanan berupa penjualan yang terjadi.
Article Details
How to Cite
Titokusuma, A. (2018). EVALUASI KEPUTUSAN PENUTUPAN IFRESH BERDASARKAN ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL. PERFORMA, 2(5), 565–573. https://doi.org/10.37715/jp.v2i5.590
Issue
Section
Articles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Bungin, B. (2013). Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi. Jakarta: Kencana.
Fatoki. (2014). The Causes of The Failure of New Small and Medium Enterprises in South Africa. Meditarian
Journal of Social Sciences, Vol. 05 No. 20, 922-927.
Hansen, D., & Mowen, M. (2016). Akuntansi Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.
Hidayati, A., Darminto, & Sudjana, N. (2014). Analisis Biaya Diferensial Sebagai Dasar Pengambilan
Keputusan Menerima atau Menolak Pesanan Khusus (Studi Kasus pada Perusahaan Kecap cap
"Kuda" Tulungagung Tahun 2013). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol.11 No.1.
Indriantoro, & Supomo. (2012). Metodologi Penelitian Bisnis. Untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta:
BPFE.
Fatoki. (2014). The Causes of The Failure of New Small and Medium Enterprises in South Africa. Meditarian
Journal of Social Sciences, Vol. 05 No. 20, 922-927.
Hansen, D., & Mowen, M. (2016). Akuntansi Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.
Hidayati, A., Darminto, & Sudjana, N. (2014). Analisis Biaya Diferensial Sebagai Dasar Pengambilan
Keputusan Menerima atau Menolak Pesanan Khusus (Studi Kasus pada Perusahaan Kecap cap
"Kuda" Tulungagung Tahun 2013). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol.11 No.1.
Indriantoro, & Supomo. (2012). Metodologi Penelitian Bisnis. Untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta:
BPFE.

