GAYA FASHION ANDROGINI DAN KEMUNCULAN SOSOK NON-BINARY

Main Article Content

Ciawita Atmadiratna Lautama

Abstract

Fungsi berbusana di masyarakat saat ini lebih cenderung mengarah kepada tindakan sosial daripada sebagai alat pelindung atau penutup tubuh. Sekelompok orang memiliki kemampuan untuk merubah busana dan penampilan mereka, dan menentang peran gender yang ditugaskan kepada mereka. Androgini merepresentasikan perpaduan karakter maskulin yang identik dengan pria dan karakter feminin yang identik dengan wanita. Gaya fashion androgini memadukan kekontrasan kedua karakter gender tersebut dalam satu tampilan, dan semakin mengaburkan batasan antara kedua karakter gender tersebut. Penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu bagaimana asal muasal kemunculan gaya fashion androgini, bagaimana tren gaya fashion androgini saat ini, bagaimana asal muasal kemunculan sosok non-binary, dan bagaimana gaya penampilan yang dianut oleh sosok non-binary. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami asal muasal kemunculan gaya fashion androgini, memahami tren gaya fashion androgini saat ini, memahami asal muasal kemunculan sosok non-binary, dan memahami gaya penampilan yang dianut oleh sosok non-binary. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berupa observasi, dan studi literatur. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa gaya fashion androgini yang makin diminati saat ini merupakan wujud pemberontakan terhadap stereotipe gender yang sudah terpatri dalam benak masyarakat selama ini. Fashion brands dan desainer mulai menormalkan tampilan gaya androgini ke dalam dunia fashion, sehingga konsumen penikmat fashion mulai terinspirasi untuk mengombinasikan unsur androgini ke dalam gaya penampilannya. Gaya fashion androgini juga mengakomodasi kebutuhan sosok non-binary dalam berpenampilan, sekaligus mengekpresikan jati diri dan identitas mereka di tengah masyarakat.


 


Kata Kunci: Fashion, Androgini, Gender, Non-binary

Article Details

How to Cite
Lautama, C. A. (2021). GAYA FASHION ANDROGINI DAN KEMUNCULAN SOSOK NON-BINARY. MODA, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.37715/moda.v3i1.1795
Section
Articles