Digitalisasi sebagai Jalan Menuju Keadilan Ekonomi: Analisis Pengaruh terhadap Indeks Gini

Main Article Content

Berlin Tunggara
Nicholas Chang

Abstract

Ketimpangan pendapatan masih menjadi tantangan struktural dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Transformasi digital melalui integrasi teknologi seperti QRIS, peningkatan penetrasi internet, dan penerapan e-government berpotensi menekan kesenjangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana ketiga dimensi digitalisasi mempengaruhi tingkat ketimpangan pendapatan di Indonesia yang diukur melalui indikator gini ratio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari ASPI, APJII, dan Komdigi tahun 2024. Analisis dilakukan melalui regresi linier berganda yang dilengkapi dengan uji asumsi klasik guna memastikan validitas model. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa secara simultan variabel QRIS, penetrasi internet, dan e-government memberikan pengaruh yang signifikan terhadap gini ratio di Indonesia. Namun secara parsial, hanya QRIS yang berpengaruh positif signifikan, mengindikasikan peningkatan adopsinya justru memperlebar kesenjangan pendapatan. Sementara itu, penetrasi internet dan e-government tidak berpengaruh signifikan, meskipun penetrasi internet cenderung mengurangi ketimpangan. Temuan ini menegaskan bahwa perluasan digitalisasi tanpa pemerataan infrastruktur dan literasi digital berpotensi memperburuk ketimpangan. Implikasi kebijakan mencakup pentingnya pemerataan akses, peningkatan literasi digital, dan integrasi layanan publik digital dengan program pemberdayaan ekonomi.

Article Details

How to Cite
Tunggara, B., & Chang, N. (2025). Digitalisasi sebagai Jalan Menuju Keadilan Ekonomi: Analisis Pengaruh terhadap Indeks Gini. Media Akuntansi Dan Perpajakan Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.37715/mapi.v7i1.6055
Section
Articles

References

Abrar, M. (2020). Karakteristik dan Kesenjangan Spasial Pengguna Internet, E-Commerce, serta E-Banking di Jawa Timur. Jurnal Penelitian Komunikasi, 23(1), 61-76. https://orcid.org/0000-0001-8247-7686.

Afjal, M. (2023). Bridging the financial divide: a bibliometric analysis on the role of digital financial services within FinTech in enhancing financial inclusion and economic development. Humanities and Social Sciences Communications, 10(1), 1–27. https://doi.org/10.1057/s41599-023-02086-y.

Aurellia, A., Athifa, C. N., & Amrozi, Y. (2025). Transformasi Digital yang Adil: Peran Manajemen Risiko dalam Mengurangi Ketimpangan Digital. Nusantara Computer and Design Review , 3(1), 54–63. https://doi.org/10.55732/ncdr.v3i1.1654.

Aisyah, T. N., Safira, A., Azizah, R. N., Damayanti, K., & Fatkhuri. (2025). Analisis Pengaruh Kebijakan Penggunaan E-Money dan Tiket Digital Go-jek Terhadap Transparansi Sistem Pembayaran KAI. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(1), 1–20. https://doi.org/10.53697/iso.v5i1.2524.

Alifiyah, P. D., & Purwanti, L. (2024). Pengaruh Penggunaan Marketplace dan QRIS Terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM. Jurnal Kewirausahaan dan Inovasi, 3(3), 836–851. https://doi.org/10.21776/jki.2024.03.3.19.

Aliyah, A. H., (2024). Analisis determinan tingkat ketimpangan pendapatan di Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2016-2022.

Amalia, A. M., & Utomo, Y. P. (2024). Dampak Perubahan Struktur Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia. Jambura Economic Education Journal, 6(2), 616–628. https://doi.org/10.37479/jeej.v6i2.24987.

Anwar, K. (2023). Analisis Pengaruh Pendidikan dan Gini Rasio terhadap Tingkat Pengangguran di Kalimantan Selatan (Analysis of the Effect of Education and the Gini Ratio on the Unemployment Rate in South Kalimantan). 3(1), 9–18. https://doi.org/10.35912/jahidik.v3i1.1993.

APJII. (2024). Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024.

Ashenafi, B. B., & Dong, Y. (2022). Financial Inclusion, Fintech, and Income Inequality in Africa. FinTech 2022, 1(4), 376–387. https://doi.org/10.3390/fintech1040028.

ASPI. (2024). Statistik QRIS. https://aspi-indonesia.or.id/statistik-qris/

Azzahroo, R. A., & Estiningrum S. D. (2021). Preferensi Mahasiswa dalam Menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai Teknologi Pembayaran. Jurnal Manajemen Motivasi, 17(1), 10-17. https://doi.org/10.29406/jmm.v17i1.2800.

Bauer, J. M. (2018). The Internet and income inequality: Socio-economic challenges in a hyperconnected society. Telecommunications Policy, 42(4), 333–343. https://doi.org/10.1016/j.telpol.2017.05.009.

Bouty, A. A., Koniyo, M. H., & Novian, D. (2019). Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Menggunakan E-Government Maturity Model (Kasus di Pemerintah Kota Gorontalo). Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 23(1), 16-24. https://doi.org/10.33299/jpkop.23.1.1758.

Chang, N., Boediono, P., & Widianingsih, L. P. (2025). Determinan Makroekonomi dan Pajak Daerah Terhadap Ketimpangan Ekonomi. Media Akuntansi Dan Perpajakan Indonesia, 6(2), 233–260. https://doi.org/10.37715/mapi.v6i2.5606.

Dossou, T., Kambaye, E., Berhe, M., & Asongu, S. (2022). Does E-governance reduce income inequality in sub-Saharan Africa? Evidence from a dynamic panel. http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.4235551.

Edison, E., & Andriansyah, M. (2023). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Sosial: Tinjauan Terhadap Kebijakan Pembangunan di Indonesia. Jurnal Development, 11(2), 134–146. https://doi.org/10.53978/jd.v11i2.323.

Febrianti, A., Riovita, H. (2025). Efektivitas Instrumen Ekonomi Publik dalam Mengurangi Ketimpangan Pendapatan. Ekonodinamika: Jurnal Ekonomi Dinamis, 7(2), 7-17.

Hababil, M. P., Firdaus, M. K., Nazhmi, N., Hamdani, M. D., Alghifary, M. R., & Fadilla, A. (2024). Analisis Pengaruh Pemerataan Ekonomi dalam Upaya Menghapus Ketimpangan Sosial-Ekonomi Antar Masyarakat. Journal of Macroeconomics and Social Development, 1(4), 1–9. https://doi.org/10.47134/jmsd.v1i4.276.

Harefa, F., & Harsono, C. F. (2025). Transformation of Artificial Intelligence Based Public Services to Improve National Defense. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Pertahanan, 2(1), 1-10. https://doi.org/10.63210/jp3.v2i1.131.

Heeks, R. (2021). From Digital Divide to Digital Justice in the Global South: Conceptualising Adverse Digital Incorporation. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3907633.

Herina, N. A., Kara, M., & Mahfud, A. K. (2025). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Regional, dan Penetrasi Internet Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Sulawesi Selatan. ICOR: Journal of Regional Economics, 6(01), 14–22. https://doi.org/10.24252/icor.v6i01.58949.

Hia, A., Lase, D., Zendato, N., & Ndraha, A. (2025, February). Analisis Peran Quick Response Code Indonesian Standard Dalam Mendorong Inklusi Keuangan di Wilayah Pedesaan. Jurnal Manajamen dan Ekonomi Bisnis, 2(1), 12-22.

Indriani, D., Rusmiwari, S., & Suprojo, A. (2017). Pengaruh Pelayanan Publik Terhadap Kepuasan Masyarakat: Studi Kasus Izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga di Kantor Badan Penanaman Modal Kota Batu. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP). 7(2), 10–17. https://doi.org/10.33366/jisip.v6i2.525.

Isma, Y. S., Kardiati, D., Muslem, M., Fadhillah, S. K., KN, J., Akmal, F., & Chairunnisak, S. (2025). Transformasi Digital Sebagai Instrumen untuk Memperluas Aksesibilitas Layanan Publik. Journal Of Administrative and Social Science (JASS), 6(2), 66–77. https://doi.org/10.55606/jass.v6i2.1891.

Jain, S. K., & Singh, V. P. (2024). Statistical Techniques for Data Analysis. Water Resources Systems Planning and Management, 201–275. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-821349-0.00009-5.

Jamil, H. (2022). Less Inclusive Growth In Indonesia? The Unintended Consequences Of Internet Penetration. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK), 11(2), 197–213. https://doi.org/10.26418/jebik.v11i2.53871.

Karatem, A. D. M., Engko, C., & Loupatty, L. G. (2024). Pengaruh Penerapan E-Government dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kepulauan Aru. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 6(03), 31–42.

Karch, J. (2019). Improving on Adjusted R-Squared. Collabra: Psychology, 6(1), 45. https://doi.org/10.31234/osf.io/v8dz5.

Kartiasih, F., Nachrowi, N. D., Wisana, I. D. G. K., & Handayani, D. (2023). Towards the quest to reduce income inequality in Indonesia: Is there a synergy between ICT and the informal sector?. Cogent Economics and Finance, 11(2), 1-18. https://doi.org/10.1080/23322039.2023.2241771.

KOMDIGI. (2024). Indeks Transformasi Digital Indonesia.

Kristia, E., & Ahmadi, M. A. (2024). Implementasi QRIS sebagai Alternatif Pembayaran Non Tunai pada Kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM): Peluang dan Tantangan. PENG: Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 2(1), 1014–1024. https://doi.org/10.62710/21sqt943.

Le, Q. H., Ho, H. L., & Mai, N. C. (2019). The impact of financial inclusion on income inequality in transition economies. Management Science Letters, 9(5), 661–672. https://doi.org/10.5267/j.msl.2019.2.005.

Luthfi, M., & Pudjihardjo, M. (2025). The Impact of Internet Usage on Per Capita Income and Inequality in Yogyakarta Special Region Province. Journal of Development Economic and Social Studies, 4(1), 142–156. https://doi.org/10.21776/jdess.2025.04.1.11.

Mahardhika, L. A. (2025, July 25). Tingkat Ketimpangan Ekonomi Turun, Rasio Gini Indonesia jadi 0,375 per Maret 2025. Dikutip dari https://ekonomi.bisnis.com/read/20250725/9/1896352/tingkat-ketimpangan-ekonomi-turun-rasio-gini-indonesia-jadi-0375-per-maret-2025

Mahyuni, L. P., & Setiawan, I. W. A. (2021). Bagaimana QRIS menarik minat UMKM? Sebuah model untuk memahani intensi UMKM menggunakan QRIS. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi, 23(4), 735–747. https://doi.org/10.30872/jfor.v23i4.10158.

Mortazavi, S., Eslami, M. H., Hajikhani, A., & Väätänen, J. (2021). Mapping inclusive innovation: A bibliometric study and literature review. Journal of Business Research, 122, 736–750. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2020.07.030

Nastia, N. (2024). Transformasi Digital melalui Inovasi E-Government pada Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan. Governance, 12(2), 268–281. https://doi.org/10.33558/governance.v12i2.9799.

Natsir, K., Bangun, N., Attan, M. B., & Landias, J. S. (2023). Penggunaan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Digital untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM. Jurnal Serina Abdimas, 1(3), 1154–1163. https://doi.org/10.24912/jsa.v1i3.26208.

Neaime, S., & Gaysset, I. (2018). Financial inclusion and stability in MENA: Evidence from poverty and inequality. Finance Research Letters, 24, 230–237. https://doi.org/10.1016/j.frl.2017.09.007.

Ningrum, E. P., Sumarno, M., Nursyamsi, S. E., & Siregar, N. (2024). Faktor Terkait Kesenjangan Ekonomi dan Kesejahteraan. PRIVE: Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 7(2), 116–126. https://doi.org/10.36815/prive.v7i2.3480.

OECD. (2019). Measuring the Digital Transformation. OECD.

Palupi, A. A., Hartati, T., & Sofa, N. (2022). Pengaruh Literasi Keuangan dan Kemudahan Penggunaan Sistem QRIS Terhadap Keputusan Bertransaksi Menggunakan QRIS Pada UMKM. Seminar Nasional Riset Terapan Administrasi Bisnis dan MICE, 10(1), 67–75.

Park, C. Y., & Mercado, R. (2018). Financial Inclusion, Poverty, and Income Inequality. The Singapore Economic Review, 63(1), 185–206. https://doi.org/10.1142/s0217590818410059.

Pratiwi, H. D., Putra, W. H. N., & Herlambang, A. D. (2020). Evaluasi Penerapan E-Government di Pemerintah Kabupaten Sumbawa Besar Menggunakan Kerangka Kerja Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 4(11), 4116–4124.

Rahayuningtyas, D. P. A., & Setyaningrum, D. (2017). Pengaruh Tata Kelola dan E-Government Terhadap Korupsi. EKUITAS (Jurnal Ekonomi Dan Keuangan), 1(4), 431-450. https://doi.org/10.24034/j25485024.y2017.v1.i4.2597.

Riyono, K. M., & Widianingsih, L. P. (2024). Paying For Pollution: Carbon Tax as A Mitigation for Carbon Emission Problem. JIA (Jurnal Ilmiah Akuntansi), 9(2), 638–657. https://doi.org/10.23887/jia.v9i2.85474.

Rohmah, S. R., Pratama, V. A., Darsyah, M. Y., Adawiyah, E. D. K. R., Alnadsyah, G., Syabana, I. N., & Putri, N. A. (2024). Penggunaan QRIS sebagai Alat Inovasi Digital Keberagaman dan Kesejahteraan Ekonomi UMKM Pudakpayung Semarang. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 1(4), 01–13. https://doi.org/10.62383/jkm.v1i4.566.

Samsudin, A. R., & Aminulloh, A. (2025). Fenomena Gentrifikasi Digital dan Implikasinya terhadap Kesenjangan Ekonomi di Indonesia: Kajian Yuridis dan Perspektif Hukum Islam. IQTISHOD: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Ekonomi Syariah, 4(1), 121–142. https://doi.org/10.69768/ji.v4i1.79.

United Nations. (2024). E-Government Survey 2024 Accelerating Digital Transformation for Sustainable Development With the addendum on Artificial Intelligence.

Wahyudiyono, W. (2019). Implikasi Pengggunaan Internet terhadap Partisipasi Sosial di Jawa Timur. Jurnal Komunika: Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika, 8(2), 63–68. https://doi.org/10.31504/komunika.v8i2.2487.

Wahyunengseh, R. D., Hastjarjo, S., Mulyaningsih, T., & Suharto, D. G. (2020). Digital Governance and Digital Divide: A Matrix of the Poor’s Vulnerabilities. Policy & Governance Review, 4(2), 152–166. https://doi.org/10.30589/pgr.v4i2.296.

Wang, Q., Yu, H. H. (2024). A study on the impact of digital financial inclusion on inclusive growth in China: The mediating effect of innovation. International Journal of Innovative Research and Scientific Studies, 7(3), 1030–1042. https://doi.org/10.53894/ijirss.v7i3.3040.

World Bank. (2020). World Development Report 2020: Trading for Development in the Age of Global Value Chains. Washington, DC: World Bank.

Xun, Z., Guanghua, W., Jiajia, Z., & Zongyue, H. (2020). Digital Economy, Financial Inclusion and Inclusive Growth.

Yuniar, E. S., Rahwana, K. A., Nurhayati, I., & Juliawati D. (2023). Inklusi Keuangan dan Transformasi Digital sebagai Upaya Pendorong Sustainability UMKM Kota Tasikmalaya. Journal of Management and Business Review, 20(3), 383–393. https://doi.org/10.34149/jmbr.v20i3.601.