Seorang Wanita Penjaja Seks Dengan Infeksi Menular Seksual Multipel dan HIV Positif

Main Article Content

Stefani Nurhadi

Abstract

Wanita penjaja seks (WPS) memiliki risiko tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Estimasi jumlah WPS di berbagai negara di Asia bervariasi. Tingkat prevalensi HIV yang tinggi diketahui terjadi di kalangan WPS di berbagai wilayah, termasuk beberapa negara di Afrika, Eropa Timur, Amerika Latin, dan Asia. Prevalensi IMS yang tinggi pada WPS juga menjadi faktor risiko penularan HIV. Bukti menunjukkan bahwa pengendalian IMS dapat mengurangi penularan HIV. Studi ini melaporkan satu kasus WPS dengan HIV positif dan infeksi menular seksual multipel, untuk meningkatkan pemahaman tentang perilaku berisiko, hubungan IMS-HIV, dan pencegahannya. Pada kasus ini, seorang wanita pekerja seks (WPS) dengan risiko tinggi tertular infeksi menular seksual (IMS) dan HIV. Wanita tersebut bekerja sebagai pekerja seks langsung di rumah bordil di Bali. Saat berhubungan seksual pasien tidak selalu mengenakan kondom. Pasien sudah bekerja sebagai WPS selama 1 tahun. Penderita mengaku sulit keluar dari pekerjaan tersebut karena ia tidak memiliki keterampilan lain untuk bekerja. Prognosis pada pasien ini dubius ad malam, karena Riwayat risiko tinggi berupa pasangan seksual multiple, tidak selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual, sulit untuk alih profesi dan daya tahan tubuh yang rendah akibat infeksi HIV. Di Indonesia, prostitusi ilegal dan dianggap fenomena negatif. WPS menghadapi kendala seperti stigma, diskriminasi, dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Penting untuk memberikan intervensi yang meliputi penggunaan kondom yang konsisten, skrining IMS rutin, tes HIV, dan pemberdayaan WPS. Intervensi struktural juga diperlukan, termasuk kerjasama dengan mucikari, kebijakan kondom wajib, dan program pemberdayaan sosial.

Article Details

How to Cite
Nurhadi, S. (2021). Seorang Wanita Penjaja Seks Dengan Infeksi Menular Seksual Multipel dan HIV Positif. Prominentia Medical Journal, 2(2), 41–52. https://doi.org/10.37715/pmj.v2i2.4127
Section
Articles

References

Blanchard, J.F. and Moses, S. (2008). Female Sex workers and their clients in the epidemiology and control of sexually transmitted diseases. In: Holmes, K.K., Sparling, P.F., Stamn, W.E., Piot, P., Wasserheit, J.N., Corey, L., Cohen, M., Watts, D.H. (eds.), Sexually Transmitted Diseases. 4th edition. New York: Mc Graw-Hill, pp. 187-202.

Centers for Disease Control and Prevention. (2010). CDC Fact Sheet: The role of STD Prevention and treatment in HIV prevention. United States of America, pp. 1-2.

European Centre for Disease Prevention and Control. (2014). Expert consultation meeting: sexually transmitted infections among sex workers. Stockholm, pp. 1-13.

Hillier, S., Marrazzo, J., & Holmes, K.K. (2008). Bacterial Vaginosis. In: Holmes, K.K., Sparling, P.F., Stamn, W.E., Piot, P., Wasserheit, J.N., Corey, L., Cohen, M., & Watts, D.H. (Eds.), Sexually Transmitted Diseases (4th ed., pp. 737-768). New York: McGraw-Hill.

Hook, E.W., & Handsfield, H.H. (2008). Gonococcal Infections in the Adult. In: Holmes, K.K., Sparling, P.F., Stamn, W.E., Piot, P., Wasserheit, J.N., Corey, L., Cohen, M., & Watts, D.H. (Eds.), Sexually Transmitted Diseases (4th ed., pp. 627-645). New York: McGraw-Hill.

Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan lingkungan. (2011). Diagnosis & Pengobatan Infeksi Menular Seksual. In: Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual (pp. 23-56). Jakarta.

Pidari, D.M.P. and Wiraguna, A.A.G.P. (2015). Infeksi menular seksual pada wanita penjaja seks. Denpasar: Program Pendidikan Dokter Spesialis I Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran UNUD/RSUP Sanglah Denpasar, pp. 1-32

Winer, R.L. and Koutsky, L.A. (2008). Genital Human Papillomavirus Infection. In: Holmes, K.K., Sparling, P.F., Stamn, W.E., Piot, P., Wasserheit, J.N., Corey, L., Cohen, M., Watts, D.H. (eds.), Sexually Transmitted Diseases. 4th edition. New York: Mc Graw-Hill, pp. 489- 508.

World Health Organization. (2012). Prevention and treatment of HIV and other sexually transmitted infections for sex workers in low- and middleincome countries: recommendation for a public health approach. Geneva: World Document Production Services, pp. 10-12.

Van Gerwen, O., Griner, S., Davis, A. (2022). Summary of the Fourth Annual American Sexually Transmitted Diseases Association Workshop on Improving Sexually Transmitted Infection Control Efforts Through Cross-Sector Collaboration. Sexually Transmitted Diseases 49(8):pp. 588- 593.

Yakasai, I.A., Abubakar, I.S., Ibrahim, S.A., and Ayyuba, R. (2012). Unusual presentation of giant condylomata acuminata of the vulva: a case report and review of literature. Ann Trop Med Public Health, 5, pp. 508-10.