KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK PEKERJA MIGRAN INDONESIA
Main Article Content
Abstract
Kasus kekerasan seks (pelecehan seks, kehamilan, dan aborsi) dan jumlah pekerja migran tertular penyakit menular seks antara lain HIV (human immunodeficiency virus), merupakan masalah yang perlu diantisipasi dan ditanggulangi. Pekerja migran perempuan (PMP) umumnya para wanita berusia muda, dari pedesaan, berpendidikan rendah, dan secara ekonomi umumnya temasuk kelompok kurang mampu. Sebagian besar PMP akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, bisa mengalami masalah terkait gender dalam pekerjaan tersebut. Fokus pada potensi masalah terkait kesehatan reproduksi, jika disiapkan dengan pembekalan pengetahuan yang memadai, akan dapat meminimalkan dampak yang mungkin terjadi. Pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang saat ini bisa diberikan meliputi keterampilan terkait bidang pekerjaan saat sebagai pekerja migran, hukum dan regulasi di negara tujuan, serta cara mencari bantuan jika mengalami masalah.
Pembekalan materi kesehatan reproduksi untuk calon pekerja migran jika disiapkan dalam bentuk yang baik, akan memberi manfaat yang signifikan dalam mendukung pencapaian kesejahteraan yang seutuhnya (holistik). Diperlukan peningkatan kompetensi (knowledge, attitude dan practice) materi kesehatan reproduksi yang tepat guna, untuk mampu mengelola jika mengalami gangguan terhadap dirinya.
Pengayaan materi kesehatan reproduksi dengan model penyampaian yang cocok dengan kondisi biologis-psikologis-sosial calon pekerja migran, akan sangat bermanfaat. Target capaian kesehatan reproduksi untuk calon pekerja migran meliputi aspek pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan praktek (practice) terkait kesehatan reproduksi. Sampai saat ini belum ada panduan dan model pembelajaran kesehatan reproduksi yang handal, cocok untuk calon buruh migran asal Indonesia. Saat ini, pembekalan yang dilakukan lebih fokus pada ketrampilan (hard skill) terkait pekerjaannya, dalam hal ini mayoritas terkait fungsi sebagai pembantu rumah tangga. Panduan yang handal tentang materi kesehatan reproduksi, disertai model pembelajaran dan pelatihan yang efektif, akan sangat bermanfaat. Tahapan yang dilakukan yaitu membuat konsep pembelajaran kesehatan reproduksi yang spesifik untuk calon Pekerja Migran Indonesia, dengan memperhatikan negara tujuan kerja. Pembuatan modul kesehatan reproduksi dengan melibatkan pakar berbagai bidang, selain ahli kesehatan reproduksi, juga ahli sosiologi, serta pakar hukum.
Adanya modul kesehatan reproduksi yang sudah teruji validitasnya, akan dijadikan panduan untuk pelatihan calon pekerja migran. Buku panduan dalam bentuk buku saku tentang materi kesehatan reproduksi dibuat untuk bisa dibawa saat pekerja migran berada di luar negeri, yang isinya selain materi kesehatan reproduksi, juga data lain yang mungkin diperlukan pekerja migran saat bekerja di manca negara tersebut.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

