PEMERIKSAAN LABORATORIUM KOMPREHENSIF PADA REMAJA
Main Article Content
Abstract
Anemia menjadi salah satu dari beberapa masalah gizi di Indonesia seperti malnutrisi dan obesitas. Berdasarkan RISKESDAS 2018 angka kejadian anemia pada remaja terbilang masih cukup tinggi, yaitu 32% remaja atau 3-4 dari 10 yang anemia. Remaja perempuan dikaitkan dengan gaya hidup kurang sehat seperti tidak makan pagi 65% dan 97% kurang aktifitas fisik dan konsumsi sayur, namun mengkonsumsi gula, garam, lemak berlebih. Data UNICEF tahun 2017 menunjukkan aktifitas fisik dan pola makan remaja berubah, dimana waktu kosong tidak digunakan dengan baik, beberapa remaja mengkonsumsi produk cemilan kemasan atau makanan olahan, dan lainnya banyak mengkonsumsi makanan kurang sehat seperti gorengan dan lain-lain. Penyebab anemia beragam, mulai dari kehilangan darah, peningkatan destruksi eritrosit, kegagalan produksi eritrosit dari sumsum tulang, keadaan dilusi eritrosit karena peningkatan plasma. Kegagalan produksi eritrosit diakibatkan kekurangan nutrisi (mikronutrien zat besi (Fe), penurunan sel eritroid (eritrosit yang belum matang), pembentukan eritrosit yang tidak efektif). Pemeriksaan laboratorium rutin diperlukan untuk anemia, seperti pemeriksaan darah lengkap, serta pemeriksaan tambahan lainnya seperti kadar zat besi tubuh (ferritin, serum besi, TIBC), pemeriksaan sumsum dan pemeriksaan indeks eritrosit untuk mengevaluasi keadaan eritrosit. Pemeriksaan rutin sejak dini diperlukan setidaknya satu kali per tahun, dimana untuk mencegah, mengetahui, dan menanggulangi risiko penyakit yang dapat dilakukan mulai dari masa remaja, sehingga mampu menurunkan risiko perkembangan dan komplikasi penyakit. Tujuan penulisan untuk mendukung kegiatan webinar GAUL RI memberikan informasi pemeriksaan lab untuk remaja dan orang tua di Indonesia. Diharapkan melalui tulisan ini remaja mengetahui dan mengerti bahwa pemeriksaan lab sejak dini sangat penting dilakukan remaja dan orang tua bisa mengerti pemeriksaan lab bagi anak remaja dibutuhkan untuk mencegah perkembangan penyakit.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

