GANGGUAN MENSTRUASI PADA MASA PUBERTAS DAN DEWASA
Main Article Content
Abstract
Menstruasi merupakan bentuk fisiologi tubuh perempuan yang mengeluarkan sekret melalui vagina, terdiri dari jaringan mukosa uterus nongravid dan darah. Menstruasi dipengaruhi dan dikontrol hormone, dimana keadaan normal terjadi berulang dengan interval selama periode reproduktif (sekitar empat minggu) dari masa pubertas sampai menopause, kecuali masa kehamilan dan laktasi. Menstruasi atau menarche mulai dari umur 12 tahun dan menstruasi berhenti atau menopause akan terjadi sekitar umur 45 sampai 55 tahun. Fase menstruasi diawali dengan fase proliferasi yang dipengaruhi oleh hormon estrogen, sehingga sel-sel stroma dan epitel bisa berkembang dengan baik (epitalisasi terjadi 4-7 hari setelah menstruasi). Fase selanjutnya adalah fase sekretorik dimana endometrium memiliki cadangan nutrien yang sesuai untuk ovum setelah dibuahi selama akhir siklus bulanan. Kemudian dilanjutkan fase menstruasi, dimana berkurangnya estrogen dan progesteron, sehingga berangsur-angsur dinding endometrium terdeskuamasi. Permasalahan menstruasi diantaranya Amenorrhea merupakan keadaan tidak ada menstruasi saat waktu menstruasi; Dysmenorrhea merupakan nyeri atau kram perut bagian bawah pada waktu sebelum atau sedang menstruasi; Abnormal uterine bleeding, dimana karena anovulasi akibat imaturitas aksis hipotalamus-hipofisis ovarium; Premenstrual dysphoric disorder terjadi gangguan kecemasan dan suasana hati tertekan pada fase luteal (siklus menstruasi) dan beberapa hari setelah menstruasi. Tujuan penulisan ini yaitu mendukung kegiatan webinar GAUL RI sebagai bentuk edukasi kepada remaja dan masyarakat umum di Indonesia terkait gangguan menstruasi yang terjadi pada masa pubertas maupun dewasa. Diharapkan melalui tulisan ini remaja dapat mengetahui dan mengerti gangguan menstruasi serta tau bantuan yang dibutuhkan seperti apa.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

