PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA MASA PUBERTAS
Main Article Content
Abstract
Pemeriksaan lab merupakan suatu bentuk pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan untuk kesehatan ataupun untuk mendiagnosis dini suatu kondisi dari manusia. Pemeriksaan lab yang dibutuhkan remaja untuk memeriksakan kondisi kelainan diantaranya anemia defisiensi besi, anemia megaloblastik dan talasemia. Anemia megaloblastik terjadi akibat kekurangan asam folat, namun jarang terjadi pada remaja. Anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja, dimana keadaan tiba-tiba lemas, tidak bisa fokus dan lain-lain. Pada saat remaja pertama kali menstruasi mengalami kehilangan serum iron (zat besi) sekitar 1 mg dan apabila terjadi terus-menerus akan menyebabkan anemia. Untuk mendeteksi anemia, bisa dilakukan pemeriksaan Hb dan hapusan darah tepi. Ketika gejala anemia muncul, biasanya kadar hemoglobin sudah rendah, dimana biasanya pemeriksaan rutin dilakukan setelah memasuki usia 40 tahun ke atas. Pada talasemia, jumlah penderita di Indonesia cukup banyak terutama wilayah Indonesia barat, sehingga talasemia disebut “Mediteranian Anemia”, dimana ditemukan kelainan hemoglobin E, maka dari itu diperlukan pemeriksaan Hb dan pemeriksaan hapusan darah tepi. Pemeriksaan elektroforesis Hb, untuk memastikan apakah talasemia mayor atau minor pada penderita. Tujuan penulisan ini untuk mendukung kegiatan webinar GAUL RI memberikan informasi terkait pemeriksaan lab yang dibutuhkan kepada remaja dan orang tua di Indonesia. Diharapkan melalui tulisan ini remaja dapat mengetahui dan mengerti apa itu pemeriksaan lab, seperti apa pemeriksaan lab untuk remaja dan seberapa penting pemeriksaan lab dilakukan oleh remaja, sehingga orang tua bisa mengerti kebutuhan anak remajanya dan terciptalah remaja yang sehat dan berpengetahuan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

