EPIDEMILOGI PUBERTAS

Main Article Content

Natalia Yuwono
Gusto Benyamin Yakobus Messakh

Abstract

Masa remaja merupakan fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Fase ini merupakan fase yang unik dalam perkembangan manusia dan juga waktu penting untuk menerapkan fondasi kesehatan yang baik. Berdasarkan WHO, rentang usia remaja antara 10- 19 tahun. Jumlah kelompok usia 10-19 tahun menurut sensus penduduk tahun 2020 sekitar 17,3% dari jumlah penduduk Indonesia. Masa remaja yang dipengaruhi faktor neuroendokrin yang kompleks, sehingga terjadinya maturitas dan kematangan seksual disebut dengan pubertas. Anak perempuan akan memulai menstruasi, tumbuh rambut di sekitar kemaluan dan perubahan bentuk payudara, sedangkan pada anak laki-laki ada perubahan suara yang lebih berat serta pertumbuhan rambut di daerah wajah serta kemaluan. Perubahan yang terjadi tidaklah hanya perubahan secara fisik saja, tetapi juga pada psikologi dan tingkah laku. Onset pubertas sangatlah bervariasi, rentang usia pubertas anak perempuan pada usia 8 – 13 tahun sedangkan pada anak laki-laki 9-14 tahun. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi onset pubertas adalah etnis, sosial, psikologis, nutrisi, fisik dan penyakit kronis. Perkembangan pubertas dianggap tidak normal jika awal pubertas yang terlalu dini atau terlambat. Pubertas dini dikaitkan dengan peningkatan risiko untuk kesehatan psikososial, perilaku dan fisik yang buruk selama masa remaja, baik pada perempuan maupun laki-laki. Permasalahan kesehatan yang ditemukan dapat berupa gangguan tidur, indeks masa tubuh yang tidak normal, hingga depresi.

Article Details

How to Cite
Yuwono, N., & Messakh, G. B. Y. (2021). EPIDEMILOGI PUBERTAS. Prosiding FK UC, 1(1). Retrieved from https://ojs.somebut.my.id/index.php/PFK2021/article/view/2334
Section
Articles