Silk Connect Hub: Inovasi Digital untuk Perdagangan Sutra Berkelanjutan Indonesia–Australia

Main Article Content

Janet Rine Teowarang
Astrid Kusumowidagdo

Abstract

Sumber daya alam di Indonesia memiliki potensi besar karena letak geografis dan astronomis negara yang strategis. Salah satunya adalah sumber daya alam dari budidaya ulat sutra eri yang dapat diolah menjadi bahan dasar tekstil untuk menghasilkan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). UMKM KaIND di Kabupaten Pasuruan telah berhasil memprakarsai penggabungan serat sutra eri dan TENCEL™ menjadi serat sutra fabrikasi yang ditenun. Namun, hal ini belum mendapat banyak atensi dan minat masyarakat di Indonesia dan global, meskipun proses kombinasi ini merupakan yang perdana di Indonesia. Alhasil, mayoritas petani ulat sutra eri tidak mampu bertahan dan berkelanjutan menjalankan kegiatan budidaya ulat sutra eri tersebut, karena belum stabilnya penawaran serta permintaan akan produk sutra eri di pasar regional, nasional maupun internasional. Melalui kegiatan dana hibah Australian Alumni Grant Round 1 2024, brand fesyen Indonesia, Allegra Jane, bekerja sama dengan pelaku akademik dan desainer fesyen Australia dari Brisbane, Carla van Lunn dalam mempresentasikan tenun ATBM sutra fabrikasi UMKM KaIND berupa sustainable fashion collection ke ajang fesyen global dan sektor akademik industri kreatif di Brisbane. Pada kesempatan yang sama, dikenalkan platform digital Australia dan Indonesia, Silk Connect Hub (AUID), untuk menghubungkan produsen sutra Indonesia dan industri fesyen Australia untuk berjejaring dalam perdagangan internasional berkelanjutan.

Article Details

How to Cite
Teowarang, J. R., & Kusumowidagdo, A. (2025). Silk Connect Hub: Inovasi Digital untuk Perdagangan Sutra Berkelanjutan Indonesia–Australia. Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM), 7(2), 97–106. https://doi.org/10.37715/leecom.v7i2.5689
Section
Articles

References

6Wresearch. (2021, Juni). Australia Silk Market | Grow at 8.8% CAGR till 2031. 6Wresearch. Diakses dari https://www.6wresearch.com/industry-report/australia-silk-market-outlook

Adachi, K. (2023). Analytical insights for silk science and technology. Analytical Sciences, 39(4), 427–429. https://doi.org/10.1007/s44211-023-00283-y

Adanir, E. O., İleri, B., Can, F., & Ulasli, B. (2022). An ethical approach to sericulture: Production of peace silk in Hatay/Turkey. TEXTILE, 22(1), 20–30. https://doi.org/10.1080/14759756.2022.2036072

Amani, S. H., & Salam, S. (2024). Diplomasi ekonomi Indonesia dalam meningkatkan ekspor produk tekstil ke Australia melalui IA-CEPA Tahun 2020-2023. Andalas Journal of International Studies (AJIS), 13(1), 63. https://doi.org/10.25077/ajis.13.1.63-79.2024

Cai, Y., Zhang, W., Kong, L., Yang, Y., & Yang, Z. (2024). Impact of digital transformation on international trade. Transactions on Economics Business and Management Research, 9, 434–437. https://doi.org/10.62051/xwmyf659

Hadi, P., & Rustiono, D. (2015). Silkworm agribusiness in Bejen Village, Temanggung. International Journal of Agriculture Innovations and Research, 3(5), 1491-493.

Hani, U., & Das, A. K. (2019). Eri-Culture: The drive from tradition to innovation. Dalam Smart innovation, systems and technologies (hal. 835–845). https://doi.org/10.1007/978-981-13-5977-4_70

Linardy, G., Lauwren, J., Caroline, T., Dayoh, J. F. H., & Yemima, R. I. (2021). Kerja sama bilateral Indonesia dan Australia dalam IA-CEPA: Indonesia. Jurnal Sentris, 252-269.

Prijono, A., Rawana, Suwadji, S., Woesono, H. B., & Yuslinawari. (2024 ). Pengembangan ulat sutera samia daun singkong di areal agroforestry Desa Kwadungan Gunung sebagai salah satu implementasi pengembangan landskap agroforestry untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung. Abdimas Unwahas, 9(2), 88-92. https://doi.org/10.31942/abd.v9i2.10497

Shakilla, A., Zamarudah, Z., Rahmasari, D. A., Aini, S. N., & Mardiyani, S. A. (2022). Pelatihan pemanfaatan daun jarak (Ricinus communis) sebagai pakan ulat sutera Eri. Cendekia Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 7-12. https://doi.org/10.32503/cendekia.v4i1.2118

Teowarang, J. R., Hutama, K., & Sunarya, Y. (2023). Pemanfaatan tenun ATBM sutra fabrikasi Kabupaten Pasuruan pada Women’s Wear Sustainable Fashion untuk pasar Australia. Jurnal Seni & Reka Rancang, 2(6), 193-212. https://doi.org/10.25105/jsrr.v6i2.17749

TrendEconomy. (2024, 1 Januari). Annual International Trade Statistic: Australia | Imports and Exports | World | Silk | Value (US$) and Value Growth, YoY (%) | 2012 – 2023. TrendEconomy. Diakses dari https://trendeconomy.com

Wicaksana, S., & Achmad, A. E. (2021 ). Kiprah Wahyu Subiyantoro dalam pengembangan teknik pembuatan motif Batik Pamekasan. Jurnal Seni Rupa, 9(1), 130-145.