Pencegahan Sindrom Metabolik melalui Edukasi dan Pendampingan Mandiri kepada Komunitas GBI Diaspora Sejahtera Surabaya
Main Article Content
Abstract
Sindrom metabolik (SM) merupakan suatu kumpulan faktor risiko metabolik yang berkaitan langsung terhadap terjadinya penyakit kardiovaskular aterosklerosis. Tingginya penyebab kematian penyakit kardiovaskular dengan faktor risiko sindrom metabolik menjadi perhatian untuk dilakukan upaya pencegahan. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Diaspora Sejahtera Surabaya memiliki visi membawa keselamatan bagi semua orang dengan filosofi memperhatikan keselamatan dan kebutuhan sesama. Salah satu kebutuhan saat ini adalah kesehatan jemaat. Banyaknya jumlah jemaat dan lansia berpotensi mengalami penurunan kesehatan akibat gangguan metabolisme. Risiko gangguan metabolisme kurang dipahami oleh masyarakat awam termasuk jemaat GBI Diaspora Sejahtera Surabaya. Permasalahan yang dihadapi jemaat di GBI Diaspora Sejahtera Surabaya adalah kurangnya pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan penyakit akibat gangguan metabolisme. Solusi yang ditawarkan melalui pengabdian masyarakat di GBI Diaspora Sejahtera Surabaya adalah edukasi penyakit terkait akibat gangguan metabolisme, pemeriksaan darah yang meliputi kolesterol, asam urat, gula darah serta konsultasi, serta deteksi dini penyakit diabetes melalui pemberian buku diary metabolisme yang diumumkan kepada peserta. Buku harian metabolisme ini berisi informasi skrining, pencegahan, dan penanganan gangguan metabolisme. Capaian dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan komunitas terhadap sindrom metabolik dan upaya mandiri untuk mencegah sindrom metabolik.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ayunin, U. Q., Retnowati, E., & Prayitno, J. H. (2020). Prevalensi komponen sindrom metabolik pada pegawai BUMN PT Wijaya Karya Divisi IV Surabaya. Ghidza, 3(1), 7–11. https://doi.org/10.22487/ghidza.v3i1.14
Gotera W., & Nugraha, I. B. A. (2023, 18 April). Fokus pada sindrom metabolik. Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2372/fokus-pada-sindrom-metabolik
Jafar N. (2012). Sindroma metabolik dan epidemiologi. Media Gizi Masyarakat Indonesia, 1(2),71–8.
Kamso S. (2008). Prevalence of metabolic syndrome in older Indonesians. Asia-pacific Journal of Public Health, 20, 244–50.
Kaur, J. (2014). A Comprehensive review on metabolic syndrome. Cardiology Research and Practice, 2014, 1–21. https://doi.org/10.1155/2014/943162
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Penulis.
Oktavian, A., Salim, L. B., Krismawati, H., & Sandjaja, B. (2013). Measurement of body mass index and metabolic syndrome among indigenous population in Jayapura City, Papua Province Indonesia. Obesity Research & Clinical Practice, 7, 18. https://doi.org/10.1016/j.orcp.2013.08.057
O’Neill, S., & O’Driscoll, L. (2014). Metabolic syndrome: a closer look at the growing epidemic and its associated pathologies. Obesity Reviews, 16(1), 1–12. https://doi.org/10.1111/obr.12229
Rini, Sandra. (2015). Sindrom metabolik. Medical Journal of Lampung University, 4(4), 88-93.
Sirait, A. M., & Sulistiowati, E. (2014). Sindrom metabolik pada orang dewasa di Kota Bogor, 2011-2012. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24(2), 81-88.
Suastika, K., Dwipayana, P., Saraswati, I., Gotera, W., Budhiarta, A. a. G., Sutanegara, I. N. D., Gunadi, I. G. N., Nadha, K. B., Wita, W., Rina, K., Santoso, A. W. B., Matsumoto, K., Kajiwara, N., & Taniguchi, H. (2011). Prevalence of obesity, metabolic syndrome, impaired fasting glycemia, and diabetes in selected villages of Bali, Indonesia. Journal of the ASEAN Federation of Endocrine Societies, 26(2), 159–162. https://doi.org/10.15605/jafes.026.02.14
Soetoko, A. S., & Soetoko, D. F. (2022). Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gangguan Metabolik di Klinik Pratama Semarang melalui Pelatihan Pengaturan Diet dan Senam Kaki. Jurnal ABDIMAS-KU Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran, 1(3), 126. https://doi.org/10.30659/abdimasku.1.3.126-133
Soewondo, P., Purnamasari, D., Oemardi, M., Waspadji, S., & Soegondo, S. (2010). Prevalence of metabolic syndrome using NCEP/ATP III criteria in Jakarta, Indonesia: the Jakarta primary non-communicable disease risk factors surveillance 2006. Acta Med Indones, 42(4), 199-203.

