PERANCANGAN ARSITEKTUR INTERIOR GKPB MASA DEPAN CERAH SATELIT GALAXY DI SURABAYA
Main Article Content
Abstract
Bangunan ibadah merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya. Gereja sebagai salah satu bentuk sarana tersebut, bila dirancang dengan baik, dapat memenuhi fungsinya sebagai mediator antara manusia dengan Tuhannya. Perancangan Satelit Galaxy memiliki brief nuansa yang modern, menyambut, lapang, dan hangat, serta perancangan yang mampu mencerminkan visi gereja. Tapak merupakan 5 (lima) unit ruko di sebuah kompleks ruko yang digabung. Guna menjawab serangkaian problem yang didapati, Satelit Galaxy dirancang dengan konsep ‘from the dark, into the light’ yang mampu mencerminkan visi gereja secara simbolik. Konsep ini membagi ruang-ruang menjadi dua zona, masing-masing dengan pengelompokan fungsi, lokasi, dan frekuensi penggunaan yang berbedan yang menggambarkan proses pertumbuhan jemaat sesuai dengan pola jemaat mula-mula dalam visi gereja. Perancangan arsitektur interior gereja Satelit Galaxy terinspirasi dari perancangan-perancangan era modern yang terlihat dari bentukan-bentukan dan material yang digunakan. Selain itu, perancangan ini juga menerapkan nilai-nilai arsitektur berkelanjutan, sesuai dengan nilai tambah perusahaan. Penerapan dari nilai-nilai arsitektur berkelanjutan adalah pemanfaatan pencahayaan alami untuk ruang-ruang utama sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pencahayaan pasif serta meningkatkan well-being okupan, serta pemilihan material-material tertentu guna mengurangi dampak negatif perancangan ini terhadap lingkungan. Penerapan-penerapan nilai arsitektur berkelanjutan ini diaplikasikan berdampingan dengan konsep sehingga ambience yang dihasilkan dan bahasa perancangan tetap konsisten dalam seluruh proyek.
Article Details
How to Cite
Sudjatmiko, J. D., & Purwoko, G. H. (2019). PERANCANGAN ARSITEKTUR INTERIOR GKPB MASA DEPAN CERAH SATELIT GALAXY DI SURABAYA. KREASI, 4(1), 50–75. https://doi.org/10.37715/kreasi.v4i1.939
Issue
Section
Articles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi (2011). Diakses pada Januari 17, 2017, pk. 09.28 WIB, dari https://bps.go.id/
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi (2012). Diakses pada Januari 17, 2017, pk. 09.31 WIB, dari https://bps.go.id/
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi (2012). Diakses pada Januari 17, 2017, pk. 09.33 WIB, dari https://bps.go.id/
Persentase Rumah Tangga menurut Provinsi, Tipe Daerah dan Status Kepemilikan Rumah Milik Sendiri (2015). Diakses pada Januari 17, 2017, pk. 09.42 WIB, dari https://bps.go.id/
Jumlah Perusahaan ( 2014). Diakses pada Januari 17, 2017, pk. 09.48 WIB, dari https://bps.go.id/
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi (2012). Diakses pada Januari 17, 2017, pk. 09.31 WIB, dari https://bps.go.id/
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi (2012). Diakses pada Januari 17, 2017, pk. 09.33 WIB, dari https://bps.go.id/
Persentase Rumah Tangga menurut Provinsi, Tipe Daerah dan Status Kepemilikan Rumah Milik Sendiri (2015). Diakses pada Januari 17, 2017, pk. 09.42 WIB, dari https://bps.go.id/
Jumlah Perusahaan ( 2014). Diakses pada Januari 17, 2017, pk. 09.48 WIB, dari https://bps.go.id/

