PERANCANGAN ARSITEKTUR BOUTIQUE HOTEL DENGAN PENDALAMAN MATERIAL RESOURCES AND CYCLE DI KOTA BATU OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR SSOS STUDIO
Main Article Content
Abstract
Aspek ramah lingkungan sangat diperhatikan untuk pembangunan saat ini. Hal ini didasari dengan adanya pencemaran lingkungan serta pemanasan global yang menjadi salah satu penyebab yang berasal dari pengunaan material. SSOS Studio berusaha untuk merespon adanya isu tersebut dengan pemanfaatan sumber daya dan siklus material yang ramah lingkungan. Selain berdampak positif secara ekologi, material ramah lingkungan juga mampu meningkatkan ekonomi dengan melihat asal usul dan lokasi produksinya. Penerapan konsep Material Resources and Cycle pada bangunan sebagai upaya untuk memaksimalkan berbagai potensi sumber daya alami di Kota Batu yang dapat dijadikan sebagai bahan bangunan. Perancangan Boutique Hotel yang ramah lingkungan merupakan proyek perancangan bangunan dengan penggunaan material secara reuse dan recycle sehingga dapat menghadirkan suasana ruang yang terkesan alami. Metode yang digunakan adalah persyaratan standar penilaian bangunan hijau untuk gedung baru versi 1.2 yang didukung adanya produksi secara prefabrikasi oleh perusahaan. Dengan adanya penerapan konsep dasar sumber dan siklus material diharapkan bangunan mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan sekitar. Pemilihan material merupakan bagian dari desain pasif dalam membangun gedung yang ramah lingkungan. Karakteristik material berperan penting untuk mendukung efektivitas dan efisiensi kinerja gedung.Tujuan dari proyek ini adalah menciptakan bangunan hotel yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan sekitar, namun masih memiliki ciri khas sebagai daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Batu. Unsur kesenian dan lokalitas diterapkan guna menghadirkan pengalaman yang berbeda
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ambarwati, L., Sudarmono, B. S., & Soekirno, A. (2014).Perancangan Sekolah Alam Dengan Material Alami Di Kota Batu (Doctoral dissertation, Brawijaya University).
Anhar, L. (2001,12 Desember). The Definition of Boutique Hotels - Written By: Lucienne Anhar - HVS International. https://www. hospitalitynet.org/editorial/4010409. html. (Diakses 21 Januari 2022).
Ching, D.K, (2008). Arsitektur: Bentuk,Ruang, dan Tatanan. Edisi Ketiga. Erlangga. Jakarta.
Fahnurlisa, Q. (2020). Evaluasi penerapan aspek material resources and cycle sesuai standar green building rating tool for new building version 1.2 pada proyek bangunan gedung. Konstruksia, 11(1), 97-106.
Green Building Council Indonesia. (2013, April). Greenship Untuk Bangunan Baru Versi 1.2 Ringkasan Kriteria Dan Tolok Ukur. https://www.gbcindonesia.org/ files/resource/9b552832-b500-4b73- 8c0e-acfaa1434731/Summary%20 GREENSHIP%20New%20 Building%20V1.2.pdf. (Diakses 10 Januari 2022).
Lim, W. M., & Endean, M. (2009). Elucidating the aesthetic and operational characteristics of UK boutique hotels. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 21(1), 38-51.
Pulu, A. A., Makainas, I., & Erdiono, D. (2017). Boutique Hotel Di Manado. Superimpose Architecture (Doctoral dissertation, Sam Ratulangi University).
Soenarno, A. (2006). Front Office Management. Andi. Yogyakarta. Wijayanto, A. V. (2020). Perancangan Boutique Hotel dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi di Prawirotaman Yogyakarta. Program Studi Sarjana Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.
Yustiarini, D. (2013). Konsep Green Building Sebagai Solusi Mengurangi Kerusakan Lingkungan. Seminar Nasional Teknik Sipil III 2013

