PERANCANGAN PROYEK INTERIOR SMART SCHOOL DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI BANGUNAN OLEH MOKTIKANANA INTERIOR ARCHITECTURE
Main Article Content
Abstract
Fokus pada penilitian ini adalah perancangan interior sekolah menggunakan pendekatan psikologi bangunan, dimana tujuannya selain mendesain ruangan yang memiliki nilai estetika dan kenyamanan juga dapat memberikan efek stimulus yang positif bagi pengguna dan objek penelitan ini. Perancangan interior smart school dengan pendekatan psikologi bangunan merupakan inovasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mengutamakan kesejahteraan psikologis dan perkembangan optimal bagi siswa. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan analisis, pengumpulan data dan studi literatur. Hasil yang didapatkan adalah sebuah konsep ruang dengan menggunakan tren masa kini yaitu 21st Century Learning Experience dimana tidak lagi terpaku pada sistem belajar mengajar “teacher-centered” karena perkembangan edukasi yang kompleks zaman sekarang. 21st Century Learning Experience merupakan tren sistem belajar mengajar yang menggunakan pembelajaran berbasis inkuiri, pengajaran dan pembelajaran kolaboratif, media sosial dan permainan untuk pembelajaran. 21st Century Learning Experience juga mencakup seputar sistem mengajar, sistem belajar dan ruang kelas yang terbagi menjadi enam poin utama yang dapat diaplikasikan ke ruang sekolah, yaitu diantaranya (1) collaborative spaces, (2) flexible furnishings, (3) natural lighting, (4) bright colors, (5) tech integration dan (6) hands-on learning. Keenam poin ini dapat menstimulus perilaku belajar yang aktif, kolaboratif dan perilaku positif lainnya seperti meminimalisir curang, stres bahkan kegiatan belajar mengajar yang lebih komunikatif. Selain itu diharapkan juga dapat membentuk rasa keterikatan penggunanya terhadap bangunan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Agenda, I. (2016, March). New vision for education: Fostering social and emotional learning through technology. In World Economic Forum, March (Vol. 36). https://afyonluoglu.org/PublicWebFiles/ ict/wef/WEF_Fostering%20Social_ and_Emotional_Learning_through_ Technology_2016.pdf.
Agustina, Purwantiasning, Prayogi. (2018). Penerapan Konsep Arsitektur Perilaku Pada Penataan Kawasan Zona 4 Pekojan Kota Tua Jakarta. Jurnal Arsitektur PURWARUPA. Volume 2 No 2 September 2018: 83-92. Jakarta.
Baedhowi, B., Triyanto, T., Totalia, S. A., & Masykuri, M. (2018). Peningkatan proses pembelajaran dan penilaian pembelajaran abad 21 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran SMK. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Fakriah, N. (2019). Pendekatan Arsitektur Perilaku Dalam Pengembangan Konsep Model Sekolah Ramah Anak. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 5(2), 1-14.
Gunawan, Astri I.,Sari, Sriti M., Frans, Stephanie M. (2017). Penerapan Interior Branding pada Hotel Yello. Intra, 5(2), 247-254.
Halim, Deddy. (2005). Psikologi Arsitektur Pengantar Kajian Lintas Disiplin. Grasindo. Jakarta. Maganga, M. (2021, 28 Maret). Interior Wellbeing: The Design Of Educational Spaces. https://www.archdaily.com/959085/interior-wellbeing-the-design-ofeducational-spaces.
Mardhiyah, R. H., Aldriani, S. N. F., Chitta, F., & Zulfikar, M. R. (2021). Pentingnya keterampilan belajar di abad 21 sebagai tuntutan dalam pengembangan sumber daya manusia. Lectura: Jurnal Pendidikan, 12(1), 29-40.
Meilani. (2013). Teori Warna: Penerapan Lingkaran Warna dalam Berbusana. Humaniora, 4(1), 326-338.
Muhali, M. (2019). Pembelajaran inovatif abad ke21. Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: E-Saintika, 3(2), 25-50.
Nasution, Boby. (2018, 26 November). Konsep Smart School. https://indosmartschool. com/2018/11/26/konsep-smart-school/.
Nijdam, N. A. (2009). Mapping emotion to color. Book Mapping emotion to color, 2-9.
Palupi, D., & Lissimia, F. (2021). Kajian Konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Rehabilitasi Narkoba Fan Campus Bogor. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 18(2), 123-128.
Perkins, D. (2008). Smart schools: From training memories to educating minds. Simon and Schuster. New York.
Sasongko, M. N., Suyanto, M., & Kurniawan, M. P. (2020). Analisis kombinasi warna pada antarmuka website pemerintah Kabupaten Klaten. Jurnal Teknologi Technoscientia, 125-133.
Wijaya, E. Y., Sudjimat, D. A., & Nyoto, A. (2016, September). Transformasi pendidikan abad 21 sebagai tuntutan pengembangan sumber daya manusia di era global. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika (Vol. 1, No. 26, pp. 263-278).
Wiradita, D.A. (2016, 23 Juli). Penerapan dan Manfaat Psikologi Arsitektur. https://analisadaily.com/berita/ arsip/2016/7/23/251801/penerapandan-manfaat-psikologi-arsitektur/.
Yogananti, A. F. (2015). Pengaruh psikologi kombinasi warna dalam website. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 1(01), 45-54

