PERANCANGAN GEREJA ALFA OMEGA SURABAYA OLEH RYAN EDGAR ARCHITECTS

Main Article Content

Ryan Edgar Santoso
Stephanus Evert Indrawan

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya perubahan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbagai kegiatan fundamental manusia lainnya. Termasuk terjadinya fenomena percepatan digital khususnya di Indonesia. Melihat tren peningkatan penggunaan teknologi digital dan melihat berbagai kelebihan yang mampu ditawarkan menyebabkan teknologi menjadi peluang yang jelas. Secara khusus dalam proses perancangan arsitektural, teknologi memberikan kemampuan efisiensi dan efektifitas serta mampu menggali lebih dalam proses perancangan dalam hal pencarian bentuk, simulasi performa bangunan hingga proses realisasi rancangan. Oleh karena itu Ryan Edgar Architects sebagai konsultan arsitektur interior mengambil posisi sebagai konsultan yang berfokus pada penggunaan teknologi digital dalam proses perancangan arsitektur interior. Ryan Edgar Architects melakukan pendekatan dengan penggunaan teknologi digital secara khusus dalam pencarian bentuk, simulasi dan proses realisasi terhadap proyek perancangan Gereja Alfa Omega Surabaya. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam perancangan ini adalah menciptakan desain gereja dengan pemanfaatan teknologi digital yang mampu mengakomodasi kebutuhan kegiatan gereja. Proses perancangan dimulai dengan melakukan penelitian secara kualitatif dengan melakukan penggalian data mengenai bentuk gereja, kebutuhan klien, observasi dan analisa lahan, ideasi dan pengajuan desain. Proses analisa lahan dapat dilakukan dengan pemanfaatan teknologi digital yang mampu menghasilkan data yang komprehensif. Secara khusus proses desain harus memperhatikan keinginan klien yaitu bangunan gereja harus mampu menampilkan nilai gereja dan terlihat megah. Proses pencarian bentuk diaplikasikan dalam pengolahaan desain fasade dan elemen pembentuk ruang seperti ceiling. Penggunaan teknologi digital dalam perancangan gereja Alfa Omega Surabaya akan menghasilkan sebuah desain dengan bentuk elemen yang unik dan tetap memperhatikan parameter lingkungan.

Article Details

How to Cite
Santoso, R. E., & Indrawan, S. E. (2023). PERANCANGAN GEREJA ALFA OMEGA SURABAYA OLEH RYAN EDGAR ARCHITECTS. KREASI, 8(1). https://doi.org/10.37715/kreasi.v8i1.4285
Section
Articles

References

Budiharjo, Eko (2009). Percikan Pemikiran Para “Begawan” A r s i t e k Indonesia Menghadapi Tantangan Globalisasi. P.T.Alumni. Bandung.

Caetano, I., Santos, L., & Leitão, A. (2020). Computational design in architecture: Defining parametric, generative, and algorithmic design. Frontiers of Architectural Research, 9(2), 287-300.

Daniels, Charlie. (2017, 29 November). Foot Traffic: How to Choose Flooring for Your Church Construction Projects. https://churchesbydaniels.com/foottraffic-chooseflooring-church-construction-projects/.

Garcia, O. (2018). What is the meaning of a contemporary church? quora.com: https://www.quora.com/What-isthemeaning-of-a-contemporary-church.

Meilanita, J. (2016, Desember 08). Membangun Rumah Tahap 7: Desain Skematik. https://www.arsitag.com/article/tahap7-desain-skematik.

Neufert, E. (1989). Data Arsitek jilid 1.Erlangga. Jakarta.

Neufert, E., & Neufert, P. (2000). Architect’s Data Third Edition. Australia: Blackwell.

Nirmalasari, D., Lubis, I. H., & Kusuma, H. E. (2017). Hubungan Preferensi Material Dinding

Rumah Dengan Nilai Ekologis. In SMART: Seminar on Architecture Research and Technology (Vol. 2, pp. 23-33).

Tamba, A. A. Y. (2018). Redesain Katedral St. Maria Palembang. Skripsi Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.

Turner, H. W. (1979). From temple to meeting house: The phenomenology and theology of places of worship (Vol. 16). Walter de Gruyter.

Wardani, L. K. (2006). Simbolisme Liturgi Ekaristi Dalam Gereja Katolik Sebuah Konsepsi dan Aplikasi Simbol. Dimensi Interior, 4(1), 17-24.