PERANCANGAN ARSITEKTUR INTERIOR CAFE MODERN DI RUKO CITRAGRAND SEMARANG DENGAN PENERAPAN GREEN ARCHITECTURE
Main Article Content
Abstract
Pemanasan global di dunia terus terjadi. Hal ini merupakan akibat dari minimnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang dampak pembangunan dan tentang penerapan green building pada bangunan yang menyebabkan dampak terhadap pemanasan global. Sick Building Syndrome (SBS) merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh tercemarnya udara di dalam ruangan. Penerapan green architecture pada bangunan membuat bangunan menjadi lebih tahan lama, hemat energi, perawatannya lebih minimal, nyaman ditinggali, dan memberi dampak kesehatan yang baik bagi pengguna. Green architecture juga berdampak baik pada masalah lingkungan khususnya pemanasan global. Café modern yang terletak di ruko Perumahan CitraGrand, Jalan Kompol R. Soekamto, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah ini dirancang dengan menggunakan penerapan green architecture untuk dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan pengguna dan lingkungan. Metode penelitian yang dilakukan dalam merancang café ini yaitu studi pustaka dari berbagai macam literatur sebagai acuan data serta dengan melakukan observasi lapangan dan studi banding proyek sejenis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam merancang café ini. Rancangan café modern dengan penerapan green architecture ini menggunakan material yang ramah lingkungan seperti low-e glass, glasswool, dan kayu bersertifikat. Banyak bukaan jendela untuk mendapatkan penghawaan alami. Tanaman indoor seperti lidah mertua, English Ivy dan Palem Kuning sebagai anti polutan yang dapat menyerap zat kimia berbahaya sehingga berdampak baik bagi pengguna.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anisa, A. (2014). Aplikasi Green Architecture Pada Rumah Tradisional. Jurnal Teknologi, 6(2), 87-94.
Atmodjo, M. W., & Widjojo, M. (2005). Restoran dan segala Permasalahannya. Yogyakarta: Andi, 1, 1-10.
Budiningsih, Asri. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta.
Cahyani, O. I. (2018). Penerapan Konsep Green Architecture Pada Bangunan Perpustakaan Universitas Indonesia. Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi, 17(2), 76-85.
Ching, F. D. (2008). Arsitektur. Bentuk Ruang, dan Tatanan. Edisi Ketiga. Erlangga.
Jakarta.
Ching, F. D., & Binggeli, C. (2012). Interior Design Illustrated (3rd ed.). John Wiley & Sons, Inc. Amerika Serikat.
Chressetianto, A. (2013). Pengaruh aksesoris dan elemen pembentuk ruang terhadap suasana dan karakter interior lobi Hotel Artotel Surabaya. Intra, 1(2).
Mawarni, F. M., Lestari, M., Windusari, Y., Andarini, D., Camelia, A., Nandini, R. F., & Fujianti, P. (2021). Keluhan Sick Building Syndrome di Gedung PT. X. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 39-46.
Ilmu Perhotelan. (2020, 17 April). Pengertian Cafe Menurut Ahli Meliputi Sistem Penyajian Kafe Secara Lengkap. https://www.ilmuperhotelan.my.id/2020/04/pengertian-cafe-menurut-ahli-meliputi.html. Diakses Januari 30, 2021.
Peraturan Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2014 Tentang Standar Usaha Restoran. https://jdih.kemenparekraf.go.id/asset/data_puu/regulation_subject_1593601171_11_tahun_2014.pdf. Diakses Januari 24, 2021.
Priatman, J. (2002). “ Energy-Efficient Architecture” Paradigma Dan Manifestasi Arsitektur Hijau. Dimensi (Journal of Architecture and Built Environment), 30(2).
Puspoyo, A. C., & Setiawan, A. P. (2015). Perancangan interior kafe dan resto the historic of Blitar. Intra, 3(2), 80-91.
Ramadhan, T. (2017). Pemahaman Masyarakat Mengenai Dampak Pembangunan Hunian Terkait Global Warming dan Penerapan Green Building. Pros. TemuIlm. IPLBI, 035-42. https://temuilmiah.iplbi.or.id/wp-content/uploads/2022/10/IPLBI-2017-G-035-042-PemahamanMasyarakat-Mengenai-Dampak-Pembangunan-Hunian-Terkait-Global-Warming-dan-Penerapan-GreenBuilding.pdf Diakses Januari 24, 2021.
Sahri, M., & Hutapea, O. (2019). Penilaian kualitas udara ruang pada Gedung perkantoran di Kota Surabaya. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 4(1), 1-12.
Soekresno. (2000). Manajemen Food and Beverage 2nd edition. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Sudarwani, M. M. (2012). Penerapan green architecture dan green building sebagai upaya pencapaian sustainable architecture. Dinamika Sains, 10(24).
Suyono, Joko. (2004).Food Service Management. Enhaii Press. Bandung
Riadi, Muchlisin. (2017, 28 November). Pengertian, Jenis dan Sistem Pelayanan
Restoran. https://www.kajianpustaka.com/2017/11/pengertian-jenis-dansistem-pelayanan-restoran.html. Diakses Januari 20, 2021.
Riadi, Muchlisin. (2020, 02 Juli). Desain Interior (Elemen, Komponen, Aspek, Prinsip dan Model). https://www.kajianpustaka.com/2020/07/desain-interior.html. Diakses Januari 05, 2021.
Wijaya, K. R., Honggowidjaja, S. P., & Rizqy, M. T. (2019). Perancangan Interior Café CoWorking Space di Surabaya. Intra, 7(2), 973-983.

