PERANCANGAN PROYEK HEALTH CLINIC BANJARMASIN DENGAN PENDEKATAN UNIVERSAL DESIGN OLEH VINE ATELIER
Main Article Content
Abstract
Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia menyebabkan meningkatnya pula jumlah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Peningkatan jumlah penduduk juga berdampak pada berkembangnya bisnis ditengah masyarakat termasuk bisnis konstruksi dan desain interior yang berkembang kian pesat. Namun terdapat permasalahan ditengah pembangunan prasarana masyarakat tersebut yaitu minimnya bangunan yang ramah disabilitas. Hal tersebut menyebabkan penyandang disabilitas tidak mampu atau kesulitan untuk beraktivitas secara mandiri. Arsitek dan desainer interior di harapkan dapat menciptakan bangunan yang dapat mengakomodasi kebutuhan dalam beraktivitas bagi semua orang. Oleh karena itu, Vine Atelier akan menerapkan pendekatan universal design pada ruangan yang di desain, sehingga dapat memberikan fasilitas bagi semua orang. Value perusahaan Vine Atelier tersebut akan diterapkan pada setiap proyek perusahaan salah satunya adalah proyek health clinic Banjarmasin. Melalui value tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh pengunjung klinik dengan variasi kemampuannya sehingga seluruh pengunjung dapat beraktifitas secara mandiri. Universal design akan diterapkan melalui perbedaan material yang digunakan di setiap zona melalui suasana ruang dan perbedaan teksur dari material, sirkulasi yang nyaman antar ruang, dan pemanfaatan dari masing – masing panca indra untuk mendukung aktivitas dalam bangunan seperti perletakkan tanaman untuk menghasilkan aroma di area perpindahan zona. Secara keseluruhan, proyek klinik kesehatan dengan pendekatan universal design ini memiliki potensi untuk menciptakan dampak positif dalam memperluas akses pelayanan kesehatan yang merata dan inklusif, serta mendorong kesadaran akan pentingnya desain yang memperhatikan keberagaman individu.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ayu, S. B., & Sakya, K. A. (2021). Studi Penerapan Desain Universal Terhadap Aksesibilitas Pasien Dengan Keterbatasan Fisik Di Rsud Dr Iskak. Jurnal Arsitektur ARCADE, 5(1), 1-12.
BPS. (2020). Statistik Indonesia. https://www.bps.go.id/publication/2020/04/29/e9011b3155d45d70823c141f/statistikindonesia-2020.html
Ching, Francis D.K. (1996). Ilustrasi Desain Interior. Jakarta. Erlangga.
Ching, F. D., & Adams, C. (2008). Ilustrasi Konstruksi Bangunan Edisi Ketiga. Jakarta. Penerbit Erlangga.
Chressetianto, A. (2013). Pengaruh aksesoris dan elemen pembentuk ruang terhadap suasana dan karakter interior lobi Hotel Artotel Surabaya. Intra, 1(2).
Dekoruma, Kania. (2018). “Apa Itu Plafon GRC? Yuk, Simak Kegunaannya!” Jakarta, 27 April.https://www.dekoruma.com/artikel/64029/apa-itu-plafon-grc (Diakses pada 11 Desember 2019).
Depkes, (2004), Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027/MENKES/
IX/2004 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Jakarta
Goldsmith, S. (2000). Universal Design A Manual of Practical Guidance for Architects. Oxford: Architectural Press.
Harahap, R. M., Santosa, I., Wahjudi, D., & Martokusumo, W. (2019). Kajian Penerapan Desain Universal Pada Ruang Kuliah Bagi Penyandang Disabilitas Pendengaran Di Perguruan Tinggi. JURNAL NARADA ISSN 2477- 5134 Volume, 6.
KBBI. (2022). “Warna.” https://kbbi.web.id/warna. Keumala, C. R. N. (2016). Pengaruh Konsep
Desain Universal Terhadap Tingkat Kemandirian Difabel: Studi Kasus Masjid UIN Sunan Kalijaga dan Masjid Universitas Gadjah Mada. INKLUSI, 3(1), 19-40.
Meilani, M. (2013). Teori Warna: Penerapan Lingkaran Warna dalam Berbusana. Humaniora, 4(1), 326-338.
Menkes RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 73 Tahun 2016. Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 9 Tahun 2014 Tentang Klinik. Menteri Kesehatan RI. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian. Vol. 53, Journal of Chemical Information and Modeling. 2013. p. 1689–99.
Ostroff, E. (2011). Universal Design: An Evolving Paradigm. New York: McGraw Hill. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 340/Men.Kes/per/III/2010. (2010) Tentang Klasifikasi Rumah Sakit.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2017 Tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Permenkes RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan No. 9 tahun 2017 tentang Apotek, 1–36.
Pujiyanti, I. (2018). Implementasi Universal Design Pada Fasilitas Pendidikan Tinggi. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan, 1(2), 223-239.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.
World Health Organization. Mental health action plan (2013-2020). Switzerland: World Health Organization. 2013. http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/89966/1/9789241506-021_eng.pdf?ua=1.
Wuryastri, Fetry. (2019). https://mediaindonesia.com/ekonomi/223979/bangunanharus-ramah-pengguna-bagi-semua.

