PERANCANGAN CAFÉ DAN MINI RESORT D’ZOOZ PANTAI PEDE DENGAN PENDALAMAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE
Main Article Content
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia serta memiliki potensi alam yang melimpah. Indonesia juga memiliki beberapa potensi destinasi wisata seperti Labuan Bajo. Labuan Bajo merupakan salah satu daerah yang menjadi program pengembangan pemerintah. Pengembangan tersebut berdampak pada meningkatnya aktivitas pembangunan dimana hal ini dapat memberikan dampak buruk seperti eksploitasi lingkungan dan meningkatnya jejak karbon yang dihasilkan serta kesenjangan pada perekonomian setempat. Untuk menanggapi hal tersebut, dilakukannya perancangan dengan menggunakan prinsip arsitektur berkelanjutan yaitu suatu pendekatan arsitektur yang memberikan dampak jangka panjang yang bermanfaat dalam segi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat seperti membantu perekonomian penduduk setempat, mengoptimalkan ketersediaan sumber daya lokal, serta dapat sekaligus memperkenalkan kebudayaan lokal. Pendekatan ini juga diharapkan dapat memberikan efisiensi energi dengan cara mengoptimalkan pencahayaan dan penghawaan alami. Proyek bangunan yang akan dirancang adalah proyek Café dan Mini Resort D’Zooz yang berlokasikan di Pantai Pede, Labuan Bajo. Untuk mewujudkan prinsip tersebut, digunakannya konsep Viability Bajo. Konsep tersebut memiliki tujuan agar bangunan tersebut dapat bertahan di perkembangan yang sedang dilakukan di Pantai Pede. Konsep tersebut diterapkan dengan cara menggunakan potensi material lokal seperti kayu dan batu alam sebagai material utama yang digunakan. Bangunan juga menggunakan kisi – kisi dan secondary skin sebagai salah satu cara mengoptimalkan pencahayaan dan penghawaan alami agar dapat masuk ke dalam bangunan. Selain itu, terdapat juga unsur budaya lokal yang dimasukkan ke dalam bangunan diantaranya corak lokal yang digunakan sebagai dekorasi pelingkup lantai serta penggunaan kain tenun ikat songke yang merupakan produk khas Manggarai.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anugrah, M. F. (2014). Bagaimana Syarat Lantai yang Baik? Retrieved from economy. okezone.com: https://economy.okezone.com/read/201 4/07/02/472/1007184/bagaimanasyarat-lantai-yang-baik
Arsitur. (2020). Sustainable Architecture atau Arsitektur Berkelanjutan. Retrieved from www.arsitur.com: https://www.arsitur.com/2019/08/sustainable-architecture-adalah.html
Bere, S. M. (2020). Komodo Terus Memikat Turis, Kunjungan Turis Asing ke Labuan Bajo Naik. Retrieved from kompas.com:https://travel.kompas.com/read/2020/01/15 /121100027/komodo-terusmemikatturis kunjunganturisasingkelabuanbajonaik
Brandsen. (2017). 5 EcoFriendly Commercial Flooring Options. R e t r i e v e d from brandsenfloors.com: https://brandsenfloors.com/eco- friendlycommercialflooring/
Budi, K. (2019). NTT Punya Labuan Bajo, Bagaimana Minat Turis Lokal? Retrieved from kompas.com: https:/travel.kompas.com/read/2019/11/06/071500027/ntt-punya-labuanbajobagaimana-minat-turis-lokalBudiningsih,
Asri. (2009) Belajar d a n Pembelajaran. Rineka Cipta.Jakarta.
Criss, M. (2021). What isSustainable Architecture? Retrieved from study.com:https://study.com/academy/lesson/what -is-sustainablearchitecturedefinitionexamples.html
Fabris, P. (2014). The Fifth Wall. Retrieved from rddmag.com:https://rddmag.com/design/3 19-thefifth-wall
Helda. (2019). Persyaratan Hygiene Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan. Retrieved from beraukab.go.id: http://dinkes.beraukab.go.id/index.php/en-us/component/k2/item/148persyaratanhygiene-sanitasi-tempatpengolahanmakanan
Hikam, H. A. (2020). Dikelola Changi, Bandara Komodo Berstatus Internasional Juni. Retrieved fromdetik.com: https://finance.detik.com/infrastruktur/d4889557/dikelola-changi-bandarakomodoberstatus-internasional-juni
Hohenadel, K. (2020). What Is Sustainable Architecture? Retrieved from thespruce.com:https://www.thespruce.com/whatis-sustainable-architecture-4846497
ilmuperhotelan. ( 2 0 2 0 ) . Pengertian Cafe Menurut Ahli Meliputi Sistem Penyajian Kafe Secara l engkap. Retrieved from www.ilmuperhotelan.my.id:https://www.ilmuperhotelan.
my.id/2020/04/pengertian-cafe-menurutahlimeliputi.html
KBBI. (2021). Retrieved from kbbi.web.id: https://kbbi.web.id/sanggraloka
Lawson, F. (1976). Hotels, motels and condominiums: design, planning and maintenance (Vol. 238). London: Architectural Press.
Makur, M. (2020). Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo NTT Akan Perkuat Konten Lokal. Retrieved from kompas.com: https://travel.kompas.com/read/2020/09/19/112229827/
pengembanganpariwisata-labuan-bajontt-akanperkuat-konten-lokal?page=all
Mutiara, M. W. (2018). Analisa Penerapan Material Pada Lobby Hotel Best Western Premier Jakarta Selatan. Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara.
Neufert, P. (2000). Architect’s Data Third Edition. Oxford: Oxford Brookes University.
Nugrahardani, A., Jatmiko, I., Wibowo, A. M., & Budieny, H. (2017). Evaluasi Material Waste Dan Carbon Footprint Pada Penerapan Green Construction. Jurnal Karya Teknik Sipil Vol 6 no.1, 375- 384.
Pendit. Nyoman.S. (1999). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Pradya Paramita. Jakarta
Rama, F. (2016). Kenali Perbedaan Resort, Villa, Hotel, Hostel dan Guesthouse Retrieved from travelingyuk.com: https://travelingyuk.com/pantaiselongbelanak-lombok/282158/
Sugiarto, Endar, Sri Sulartiningrum. (2003). Pengantar Akomodasi dan Restoran. Jakarta. PT.Gramedia Pustaka Utama.
Steinfeld, C. (2021). Sustainable Architecture. Retrieved from encyclopedia.com:https://www.encyclopedia.com/environment/encyclopedias-almanacstranscripts-andmaps/sustainablearchitecture

