PERANCANGAN PROYEK GALERI SENI DENGAN PENDALAMAN SIMBOLIK DAN GREEN ARCHITECTURE OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR DAN INTERIOR L+ STUDIO
Main Article Content
Abstract
Galeri seni merupakan sebuah bangunan arsitektur yang berisikan ruangan yang digunakan untuk penyajian sebuah karya seni. Proyek Perancangan Galeri Seni fotografi ini merupakan perancangan sebuah ruang seni yang menggabungkan dua aspek penting yaitu pendalaman arsitektur simbolik dan Green Architecture berbasis standarisasi Green Building Council Indonesia atau GBCI. Dalam pendalaman simbolik, galeri seni ini akan menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjungnya. Setiap karya seni yang dipajang akan diberikan penjelasan tentang makna dan konteksnya, sehingga pengunjung dapat lebih memahami pesan yang ingin disampaikan oleh seniman atau fotografer. Bangunan arsitekur simbolik merupakan pendekatan yang digunakan oleh penulis untuk mencapai tujuan dari perancangan proyek yaitu mencerminkan karakteristik seniman dari pemilik galeri fotografi. Selain itu, galeri ini akan dirancang dengan menggunakan prinsip-prinsip green architecture untuk mencapai keberlanjutan dan keselarasan dengan lingkungan sekitarnya. Di sisi lain, green architecture atau green building akan menjadi prinsip utama dalam perancangan galeri ini. Penggunaan material ramah lingkungan akan diterapkan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dalam rangkamenciptakan galeri seni yang ramah lingkungan, kolaborasi dengan komunitas fotografer, seniman, arsitek, dan lingkungan setempat akan menjadi kunci keberhasilan. Dengan menggabungkan pengetahuan simbolik dan kepedulian terhadap lingkungan, galeri seni ini akan menjadi tempat inspirasi bagi seniman dan pengunjung, serta menjadi contoh model perancangan yang berkelanjutan untuk bangunan-bangunan seni masa depan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
AAmin. (2011). Optimasi Sistem Pencahayaan Dengan Memanfaatkan Cahaya Alami. Jurnal Ilmiah Foristek Vol.1, No. 1, Maret 2011
Ashadi. (2018). Kajian Makna dalam Arsitektur dan Paham-Paham Yang Memengaruhinya. Jakrta: Arsitektur Umjpers.
Ashadi. (2021). Arsitektur Bentuk-Fungsi-Makna. Jakarta: ArsitekturUMJpers
Dwi, N. (2019). TA: KAJIAN PENERAPAN GREEN CONSTRUCTION PADA PROYEK GEDUNG DI KOTA BANDUNG (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Nasional). Green Building Indonesia. Greenship. Diakses pada tanggal 20 Januari 2021. https://www.gbcindonesia.org/
Haikal, R., & Syam, H. M. (2019). Makna Simbolik Arsitektur Rumoh Adat Aceh (studi pada rumah adat aceh di pidie). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 4(4).
Ibrahim, M. L., & Ashadi, A. (2020). Kajian Konsep Arsitektur Semiotik Pada Bangunan Gedung Pertunjukan. Jurnal Arsitektur ZONASI, 3(3), 372-381.
Indonesia, K. B. B. (2020). Online.
Jarkasih, A. (2018). Komunikasi Ritual Pada Adat Ngebaliung Di Desa Cipasung Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka. Jurnal Universitas Majalengka, 1.
Manurung. (2012). Pencahayaan alami dalam arsitektur. Yogyakarta. ANDI Yogyakarta
Muhlis, M., Rachim, A. M., & Hendra, F. H. (2019, August). PERENCANAAN DAN PERANCANGAN STASIUN KERETA API DI JEMBER, JAWA TIMUR ARSITEKTUR SIMBOLISME. In Prosiding Seminar Teknologi Perencanaan, Perancangan, Lingkungan dan Infrastruktur (Vol. 1, No. 1, pp. 184-188).
Nissa, Nurun. (2016). Tipologi Bangunan : ARSITEKTUR JOGLO LAMBANGSARI. https://nnissa96.blogspot.com/search?q=lambangsari.
Nugraha, Andhika. (2009), Arsitektur Simbolis, https://indoarch.wordpress.com/2009/09/15/arsitektur-simbolis/.
Nasional, D. P. (2003). Kurikulum berbasis kompetensi. Jakarta. Indonesia.
Riandito. (2012). Efisisensi Energi Pada Ruang Baca Perpustakaan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Melalui Optimasi Pencahayaan Alami dan Buatan. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Satwiko, P. 2004. Fisika Bangunan, Edisi 1. Yogyakarta: ANDIleon
Soedarso, Sp. (1990). Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar Untuk Apresiasi Seni, Saku Dayar Sana, Yogyakarta.

