PERANCANGAN PROYEK GUEST HOUSE DENGAN PENDALAMAN GREEN DESIGN OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR INTERIOR JL STUDIO
Main Article Content
Abstract
Indonesia merupakan negara yang diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang dapat diperhitungkan oleh negara-negara di dunia. Begitu juga dalam bidang industri di Indonesia, yang kian berkembang dari tahun ke tahun. Yang mana hal ini diikuti oleh pertumbuhan dan perkembangan di sektor properti Indonesia, terlebih di perkotaan besar seperti Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. Hal tersebut didukung juga oleh pertumbuhan infrastruktur serta akses-akses baru di daerah atau kota-kota tersebut, sehingga berdampak pula pada permintaan pada bidang hunian, yang juga diikuti oleh sektor komersial, dan sektor-sektor lain. Dari pemaparan tersebut, dapat dilihat bahwa peluang bagi JL Studio untuk mendirikan perusahaan dalam jasa konsultan di bidang interior dan arsitektur yang mengusung konsep green design, didasarkan atas fakta yang memaparkan bahwa tahun 2020 merupakan satu dari tiga tahun terpanas dalam catatan iklim bumi, yang mana salah satu penyebab dari pemanasan global tersebut merupakan banyaknya bangunan yang dibangun dengan menggusur lahan-lahan hijau. Dari keadaan yang terjadi tersebut, sudah semestinya tanggung jawab kita untuk menciptakan solusi bagi permasalahan tersebut. Perancangan proyek guest house dengan pendekatan green design adalah upaya untuk menciptakan lingkungan peristirahatan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah guest house yang mengintegrasikan prinsip-prinsip green design dengan efisiensi energi, penggunaan bahan ramah lingkungan, dan pengelolaan sumber daya secara bijaksana. Green design yang juga didukung oleh healthy design dapat menjadi salah satu solusi, baik untuk kelestarian lingkungan alam sekitar bangunan yang akan dibangun, maupun kesehatan fisik dan mental bagi manusia yang beraktivitas dalam bangunan tersebut.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ching, Francis D. K. (1996). Ilustrasi Desain Interior. Trans Ir. Paul Hanoto Adjie. Jakarta: Erlangga.
Ching, Francis D.K. (2008). Arsitektur: Bentuk, Ruang, Dan Tatana Edisi Ketiga. Erlangga. Jakarta
GBCI. (2010). Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau Greeenship Versi 1.0
Harimurti, K., & Sugiarto, Y. (2013). Analisis Pengaruh Ketanggapan Karyawan, Empati Karyawan Dan Kehandalan Karyawan Terhadap Kualitas Pelayanan Serta Dampaknya Terhadap Kepercayaan Konsumen (Studi Pada Guest House Griya Bougenville Semarang) (Doctoral dissertation, Fakultas Ekonomika dan Bisnis).
Mangunwijaya, YB. (1980). Pengantar Fisbang.,p. 36. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/MENKES/PER/VI Tahun 2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasaboga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 372).
Prihatmanti, R., & Bahauddin, A. (2014). Indoor air quality in adaptively reused heritage buildings at a UNESCO World Heritage Site, Penang, Malaysia. Journal of Construction in Developing Countries, 19(1), 69.
Rachmayanti, S. Roesli, C. (2014). Green DesignDalam Desain Interior dan Arsitektur. HUMANIORA, 5 (2), 9 3 0 - 939.
Satwiko, P. (2004). Fisika Bangunan, Edisi 1. Yogyakarta: ANDI
Sayoso, I, D. (2004). Desain Interior Berdasar pada Kebutuhan Sosial dan Material Ekologis. Dimensi Interior, 2(2). 166-180.
Sudarwani, M. M. (2013). Penerapan Green Architecture Dan Green Building. 1-19. Dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pandanaran.
Sudiarta, I Nyoman. (2016). Penghawaan Alami. (Publikasi No. 195710241986011001) [Disertasi Doktoral, Universitas Udayana]. https://erepo.unud.ac.id/id/eprint/10600

