PERANCANGAN INTERIOR MIDORI JAPANESE RESTAURANT DI TANGERANG
Main Article Content
Abstract
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Jawa Timur memberikan peluang para pengusaha untuk membuka bisnis. Salah satu sektor bisnis yang diminati pengusaha adalah usaha restoran/rumah makan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah restoran apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar dari restoran-restoran tersebut, didominasi oleh jenis restoran multi-outlet dan restoran waralaba/franchise. Oleh karena itu, peran jasa konsultan interior semakin besar dan dicari oleh pasar. Kebutuhan akan jasa konsultan interior dan berkembangnya sektor usaha restoran/rumah makan membuat AR Interior bertekad untuk memberikan solusi dengan menawarkan jasa konsultan interior yang menghasilkan perancangan dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan klien, serta memberikan layanan profesional dan maksimal. AR Interior memberikan layanan jasa perancangan interior dengan proses konsultasi yang memiliki spesialisasi desain proyek restoran multi-outlet dan waralaba. Proyek akhir perancangan restoran Midori merupakan proyek desain interior tanpa mengubah struktur asli bangunan. Restoran Midori yang dirancang merupakan salah satu dari sekian banyak cabang restoran Midori di Jabodetabek, yaitu di cabang Karawaci, Tangerang. Perancangan ini ditujukan untuk memperbarui interior restoran Midori yang telah cukup lama berdiri, agar bisnis klien lebih maju dan berkualitas. Klien menginginkan desain interior yang memberikan kemudahan aktivitas pengguna dengan gaya modern Japanese.
Article Details
How to Cite
Nugrahini, A. R., Purwoko, G. H., & Indrawan, S. E. (2019). PERANCANGAN INTERIOR MIDORI JAPANESE RESTAURANT DI TANGERANG. KREASI, 4(2), 5–27. https://doi.org/10.37715/kreasi.v4i2.1036
Issue
Section
Articles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ching, Francis D.K. (1996). Ilustrasi Desain Interior. Jakarta: Erlangga.
Ching, Francis D.K. (2008). Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan. Jakarta: Erlangga.
Deperindag RI hingga tahun 1997 tentang Kewiraswastaan dan Perusahaan. (1997).
Himpunan Desainer Interior Indonesia Komisi B. (2006). Buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Desainer Interior dan Pemberi Tugas. Jilid 1 dan 2. Jakarta: HDII
How to: Ensure Construction Standards Compliance in Franchise Chains. Diakses pada tanggal 26 Mei 2018 pada jam 12:55, dari rddmag.com
Kemenkes. (2003). Nomor 1098. Tentang Persyarayan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran.
Kusumowidagdo, A. (2011).Desain Ritel . Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
Kusumowidagdo, A. (2005). Peran Penting Perancangan Interior Pada Store Based Retail. Dimensi Interior, 3(1).
Neufert, Ernst. (1936). Data arsitek jilid 1. Terjemahan oleh Dr. Ing Sunarto Tjahjadi. 1996. Jakarta: Erlangga.
Neufert, Ernst. (1936). Data arsitek jilid 2. Terjemahan oleh Dr. Ing Sunarto Tjahjadi & Dr. Ferryanto Chaidir. 2002. Jakarta: Erlangga.
Nuradhi, Maureen. (2015), Kajian Business Model Canvas pada Biro Konsultan Arsitektur dan Desain Interior Hadiprana, Tesis/Disertasi Tidak Dipublikasikan. Universitas Ciputra.
Panero, J. dan Martin, Z. (2006) Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta: Erlangga.
Perkembangan Franchise di Indonesia dari Tahun 2002 – 2009. (2010). Diakses pada tanggal 12 Januari 2018 pada jam 13.29, dari Indonesian Franchise Assosiation (IFA)
Pertumbuhan Jumlah Waralaba Restoran yang Meningkat. (2016). Diakses pada tanggal 12 Januari 2018 pada jam 10.20, dari ekonomi.okezone.com
Restaurant’s Work is Never Done. (2016). Diakses pada tanffal 26 Mei 2018 pada jam 12:53, dari franchisetimes.com
Soekresno. (2000). Manajemen Food & Beverages Service Hotel. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wiwoho, Ardjuno. (2008). Pengetahuan Tata Hidang. Jakarta: Erlangga.
WA, Marsum. Restoran dan Segala Permasalahannya. (1991). Yogyakarta: Andi Offset.
Ching, Francis D.K. (2008). Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan. Jakarta: Erlangga.
Deperindag RI hingga tahun 1997 tentang Kewiraswastaan dan Perusahaan. (1997).
Himpunan Desainer Interior Indonesia Komisi B. (2006). Buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Desainer Interior dan Pemberi Tugas. Jilid 1 dan 2. Jakarta: HDII
How to: Ensure Construction Standards Compliance in Franchise Chains. Diakses pada tanggal 26 Mei 2018 pada jam 12:55, dari rddmag.com
Kemenkes. (2003). Nomor 1098. Tentang Persyarayan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran.
Kusumowidagdo, A. (2011).Desain Ritel . Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
Kusumowidagdo, A. (2005). Peran Penting Perancangan Interior Pada Store Based Retail. Dimensi Interior, 3(1).
Neufert, Ernst. (1936). Data arsitek jilid 1. Terjemahan oleh Dr. Ing Sunarto Tjahjadi. 1996. Jakarta: Erlangga.
Neufert, Ernst. (1936). Data arsitek jilid 2. Terjemahan oleh Dr. Ing Sunarto Tjahjadi & Dr. Ferryanto Chaidir. 2002. Jakarta: Erlangga.
Nuradhi, Maureen. (2015), Kajian Business Model Canvas pada Biro Konsultan Arsitektur dan Desain Interior Hadiprana, Tesis/Disertasi Tidak Dipublikasikan. Universitas Ciputra.
Panero, J. dan Martin, Z. (2006) Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta: Erlangga.
Perkembangan Franchise di Indonesia dari Tahun 2002 – 2009. (2010). Diakses pada tanggal 12 Januari 2018 pada jam 13.29, dari Indonesian Franchise Assosiation (IFA)
Pertumbuhan Jumlah Waralaba Restoran yang Meningkat. (2016). Diakses pada tanggal 12 Januari 2018 pada jam 10.20, dari ekonomi.okezone.com
Restaurant’s Work is Never Done. (2016). Diakses pada tanffal 26 Mei 2018 pada jam 12:53, dari franchisetimes.com
Soekresno. (2000). Manajemen Food & Beverages Service Hotel. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wiwoho, Ardjuno. (2008). Pengetahuan Tata Hidang. Jakarta: Erlangga.
WA, Marsum. Restoran dan Segala Permasalahannya. (1991). Yogyakarta: Andi Offset.

