Penggalakan Entrepreneurship sebagai Langkah Awal untuk Peningkatan Kemandirian Perekonomian Indonesia
Main Article Content
Abstract
Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan peranan entrepreneurship dalam mengatasi persoalan ekonomi makro Indonesia yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak yaitu mengenai pengangguran dan kemiskinan. Yang menarik perhatian adalah banyaknya pengangguran terdidik dari kalangan intelektual yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan sekolah kejuruan, sekolah menengah atas, diploma bahkan lulusan perguruan tinggi/universitas. Yang terjadi saat ini para pengangguran terdidik tersebut banyak yang masih terpaku pada paradigma menjadi pencari kerja dan bukan pencipta lapangan kerja. Padahal dengan kecerdasan intelektual yang dimiliki disertai bekal ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan mereka dapat membuka lapangan kerja yang baru. Seandainya mereka digalakkan untuk memiliki sifat entrepreneurship: kreatif, inovatif, mau berkeringat dan tidak mudah menyerah membangun usaha baru berdasarkan peluangpeluang yang ada maka lapangan kerja akan terbuka luas dan tingkat perekonomian Indonesia akan meningkat. Saat ini Negara Indonesia membutuhkan banyak entrepreneur di kalangan generasi muda. Seorang entrepreneur menurut Dr. (HC) Ir. Ciputra adalah orang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dengan sentuhan kreativitas, inovasi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki para entrepreneur tersebut diharapkan dapat mengolah segala potensi kekayaan alam, kekayaan bahari, ekologi, wisata, industri kreatif, dan segala faktor produksi yang dimiliki Negara Indonesia menjadi bernilai guna dan membuka banyak lapangan kerja baru. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh David Mc Clelland membuktikan bahwa sebuah negara akan disebut makmur dan memiliki kemandirian ekonomi jika memiliki jumlah entrepreneur minimal 2% dari seluruh penduduk di negara tersebut. Berdasarkan data statistik tahun 2011 jumlah entrepreneur di Indonesia baru mencapai 0,24%, bandingkan dengan negara lain seperti Malaysia yang telah memiliki entrepreneur sebesar 3%, Singapura 7%, China 10% dan Amerika Serikat 12,5%. Berdasarkan paparan fakta dan kajian yang ada dapat ditarik simpulan bahwa penggalakan entrepreneurship secara nyata oleh pemerintah diyakini akan menjadi sebuah momentum langkah awal bagi peningkatan kemandirian perekonomian Indonesia.
Article Details
How to Cite
Christian, S. (2019). Penggalakan Entrepreneurship sebagai Langkah Awal untuk Peningkatan Kemandirian Perekonomian Indonesia. Jurnal Entrepreneur Dan Entrepreneurship, 2(1-2), 29–42. https://doi.org/10.37715/jee.v2i1-2.152
Section
Articles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Koentjaraningrat. 1974. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Keynes, J.M. 2010. The General Theory of Employment, Interest, and Money (1936). New York: Kessinger Legacy Reprints.
Krueger, A. B. 2007. What Makes a Terrorist: Economics and the Roots of Terrorism, California: Stanford University.
Lewis, O. 1959. Five Families: Mexican Case Studies in the Culture of Poverty. New York: Market Paperback.
McClelland, D. 1976. The Achievement Motive. Alabama: Irvington Publisher

