PERANCANGAN MOTIF KONTEMPORER MENURUT TRADISI PERNIKAHAN PENGANTIN SUKU TIDUNG

Main Article Content

Gricel Valerie
Nicole Lizbeth Tjahyadi

Abstract

Suku Tidung merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian Utara Kalimantan Timur. Suku ini merupakan anak negeri di Sabah, sehingga merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia. Pada mulanya, Suku Tidung memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung, tetapi akhirnya punah karena adanya politik adu domba oleh pihak Belanda. Suku Tidung merupakan salah satu dari tujuh suku terbesar di Kalimantan Utara yang mayoritasnya memeluk agama Islam. Nama Tidung diambil dari kata tidong atau tideng yang artinya gunung/bukit tinggi. Salah satu tradisi yang paling terkenal dari suku ini adalah tradisi pernikahan. Suku ini memiliki berbagai tata cara dalam pernikahan yang memiliki arti mendalam di tiap proses nya. Dimulai dari prosesi lamaran hingga resepsi memiliki detail pernikahan yang unik dan sakral bagi kedua mempelai maupun keluarga. Pakaian pernikahan Suku Tidung memiliki berbagai ornamen dan simbol yang memiliki arti mendalam dari perjalanan sejarah Suku Tidung. Pengangkatan tema tradisi pernikahan Suku Tidung diharapkan menjadi sebuah bentuk pelestarian terhadap budaya pernikahan Indonesia yang sangat beragam dan patut dijaga. Dengan solusi yaitu melakukan pengembangan motif dan fungsi berbagai ornamen pada pakaian pernikahan Suku Tidung yang akan diaplikasikan menjadi busana dan hiasan pernikahan yang modern. Penelitian dilakukan dengan mempelajari setiap proses lamaran hingga resepsi mempelai Suku Tidung beserta sejarah di dalamnya lalu dituangkan dalam bentuk moodboard dan desain busana serta hiasan pernikahan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya pernikahan yang beragam di Indonesia, dalam konteks merupakan Suku Tidung. Dengan harapan hasil rancangan dapat menarik bukan hanya minat masyarakat Indonesia, tetapi dalam kancah internasional.

Article Details

How to Cite
Valerie, G., & Tjahyadi, N. L. (2023). PERANCANGAN MOTIF KONTEMPORER MENURUT TRADISI PERNIKAHAN PENGANTIN SUKU TIDUNG. Folio, 4(2). https://doi.org/10.37715/folio.v4i2.4173
Section
Articles

References

Adlina, n.(2022, January 28). Belapur tidung. Warisan budaya takbenda beranda.

Retrieved march 22, 2023, from https://warisanbudaya.Kemdikbud. Go.Id/?Ne

wdetail&detailtetap=2834

Faris, m. (2018, May 3). Adat pernikahan suku tidung. Adat pernikahan suku tidung “budaya indonesia. Retrieved march 22, 2023, from https://budaya-indonesia. Org/adat-pernikahan-suku-tidung-,r. (2022). Pakaian adat sina beranti dalam prosesi pernikahan suku tidung sebagai simbol prinsip hidup. Pakaian adat sina beranti dalam prosesi pernikahan suku tidung sebagai simbol prinsip hidup (studi pada suku tidung di tanjung selor provinsi kalimantan

utara). Retrieved march 22, 2023, from https://eprints.Umm.Ac.Id/84286/

Tidung, t. (2020, August). Pakaian adat tidung kalimantan utara. Pakaian adat tidung kalimantan utara | kab. Tana tidung. Retrieved march 23, 2023,from https://tanatidungkab.Go.Id/pustak a-3522-pakaian-adat-tidungkalimantan-utara-jpgNovelinna, b. D. (2023, February 8). Berita nunukan.Mengenal tradisi bepupur pada upacara pernikahan suku tidung. Retrieved march 23, 2023,from https://berita.Nunukankab.Go.Id/view/mengenal-tradisi-bepupurpada- upacara-pernikahan-suku-tidung

fitriono, e. N., & Halisa, n. (2021). In islam dan budaya lokal: deskripsi tradisi masyarakat kabupaten nunukan (pp. 10–11). Essay, penerbit adab.

Aspandi, a. (2016). Tradisi jujuran perkawinan suku tidung tarakan kalimantan utara dalam perspektif maslahat. Al. Retrieved april 12, 2023, from https://e- journal. Ikhac.Ac.Id/index.Php/adlh/ article/view/431