PENGARUH AKULTURASI BUDAYA TERHADAP TREN BUSANA CHEONGSAM UNTUK ACARA SANGJIT PADA MASYARAKAT MODERN
Main Article Content
Abstract
China adalah salah satu negara yang dikenal dengan keunikan dan ciri khasnya yang kental pada busana mereka. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah baju tradisional mereka yang biasa kita kenal dengan nama Qipao atau Cheongsam. Cheongsam merupakan baju asal China yang memiliki keunikan tersendiri, mulai dari siluet, elemen, dan cerita dibalik pakaian tersebut, yang akan menunjukkan kecantikan oriental sejati dan keanggunan bagi pemakainya. Cheongsam pada awalnya digunakan oleh wanita- wanita China untuk tujuan tertentu, yaitu untuk membedakan status sosial mereka dengan masyarakat lain. Selain itu, Cheongsam juga digunakan dalam acara tertentu, seperti dalam upacara sangjit. Seiring dengan berjalannya waktu, peminat baju Cheongsam semakin meningkat dan menyebar ke berbagai belahan dunia, sehingga menyebabkan adanya akulturasi budaya pada busana ini, yang pada akhirnya memberikan pengaruh pada desain busana Cheongsam untuk sangjit pada masyarakat modern. Adanya akulturasi dengan budaya barat menyebabkan baju Cheongsam semakin beragam dan berkembang, disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan klien di negara masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan perbedaan busana Cheongsam dari awal hingga pada era modern saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yaitu melalui observasi dari sumber-sumber terpercaya yang ada. Berdasarkan penelitian ini, kita dapat melihat bahwa Cheongsam memang telah mengalami perubahan karena akulturasi budaya di era masyarakat modern saat ini.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

