PENERAPAN ELEMEN HUBUNGAN HARMONISASI ALAM KHAS TENUN SUMBA PADA DESAIN MOTIF TEKSTIL

Main Article Content

Celine Anggriady
Gabriella Angeline Risal
Gricel Valerie
Nicole Lizbeth Tjahyadi
Velita Wiarya Putri
Yohannes Somawiharja
Marini Yunita Tanzil

Abstract

Pulau Sumba yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah dengan kekayaan budaya di Indonesia. Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki orang Sumba yaitu kain tenunnya. Proses pembuatan kain Tenun Sumba Pun tidaklah mudah, yaitu dengan memasukkan ratusan heddle stick ke dalam benang pada alat tenun dengan tujuan untuk membantu menaikkan benang sesuai dengan rancangan pola. Maka dari itu, setiap penenun harus memiliki daya imajinasi yang kuat. Hal ini menyebabkan kain tenun yang indah ini terancam punah akibat sudah berkurangnya minat bagi generasi muda yang ingin belajar cara menenun. Jika hal ini terus berlanjut, maka, kain tenun Sumba suatu saat akan punah. Kain tenun Sumba juga memiliki banyak ragam motif dengan artinya masing-masing. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai kain tenun Sumba dan teknik pembuatannya yang lalu dibuatkan motif baru berdasarkan sejarahnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data primer didapatkan melalui wawancara dengan seorang wanita bernama Apriyani dengan pekerjaan seorang wiraswasta dengan pengalaman membuat ikat sumba Timur. Data sekunder didapatkan dari jurnal dan website yang sudah ada.

Article Details

How to Cite
Anggriady, C., Risal, G. A., Valerie, G., Tjahyadi, N. L., Putri, V. W., Somawiharja, Y., & Tanzil, M. Y. (2023). PENERAPAN ELEMEN HUBUNGAN HARMONISASI ALAM KHAS TENUN SUMBA PADA DESAIN MOTIF TEKSTIL. Folio, 3(1). https://doi.org/10.37715/folio.v3i1.3480
Section
Articles