PRODUK FASHION DARI LIMBAH UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN SUSTAINABLE FASHION
Main Article Content
Abstract
Pada jaman ini kita telah memasuki era perkembangan fashion yang sangat cepat. Perkembangan mode terjadi sangat pesat. Para desainer tak henti-hentinya mengeluarkan model baju yang terbaru.Limbah industri fashion begitu banyak. Pertama limbah dari kain perca, 15 persennya terbuang saat pemotongan. Dan ditambah lagi 1,5 juta ton serat sintesis yang ke laut dibuang per tahunya dan itu semua menyebabkan kerusakan ekosistem yang cukup besar.Fashion ramah lingkungan adalah konsep yang mulai diterapkan. Seperti mengolah baju yang tidak layak pakai menjadi baju baru, mengubah kain perca agar menjadi barang kreatif dan menjaga standar baju agar tidak cepat rusak saat dipakai. Ahkir-ahkir tahun ini,munculah istilah sustainable fashion di Indonesia. Istilah sustainable fashion yang digunakan untuk menghasilkan fashion ramah lingkungan ini belum benar-benar dilaksanakan.Sampai saat ini, desainer Indonesia masih terus bekerjakeras untuk menjalankanya perlahan lahan.Yang sampai saat ini masih menjadi masalah adalah pertanggung jawaban terhadap keseluruhan proses produksi fashionnya. Namun sekarang, beberapa desainer dalam negri mulai melakukan sustainable fashion dengan cara : mengelola limbah, mengurangi pembuangan kain pada saat pembuatan pola dan mengurangi penggunaan pewarna buatan dan menggunakan pewarna alam.Dengan itu kita harus memiliki kesadaran untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan namun tetap berkarya.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

