PENGARUH ZAT PEWARNA SINTETIS TERHADAP PEWARNAAN KAIN BATIK

Main Article Content

Puspita Kharisma Subagyo
soelistyowati soelistyowati

Abstract

Industri mode merupakan salah satu industri penyumbang polusi terbesar di dunia. Salah satu bentuk polusi yang dihasilkan industri mode adalah limbah industri tekstil. Industri tekstil menghasilkan limbah cair yang berbahaya dan dapat berdampak buruk bagi lingkungan jika tidak diolah dengan benar. Limbah cair yang dihasilkan dapat berupa zat warna sintetik, padatan tersuspensi, logam berat, dan komponen kimia lainnya. Kain batik dibedakan dalam jenis pewarnaannya yakni pewarna alami dan pewarna sintetis. Zat warna sintetis mengandung logam berat dan beberapa komponen kimia kompleks. Terdapat beberapa jenis zat warna sintetis untuk pewarnaan batik, yaitu remazol, indigosol, dan napthol. Alasan pemilihan zat pewarna sintetis untuk pewarna kain batik adalah pengerjaannya yang cepat dan praktis. Selain itu, pewarnaan batik menggunakan pewarna sintetis juga lebih ekonomis dan tidak mudah luntur. Hal tersebut berbanding lurus dengan tingginya permintaan batik di Indonesia. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data berupa kalimat, gambar, dan sebagainya melalui tahapan studi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penelitian maupun teori yang sudah ada.

Article Details

How to Cite
Subagyo, P. K., & soelistyowati, soelistyowati. (2023). PENGARUH ZAT PEWARNA SINTETIS TERHADAP PEWARNAAN KAIN BATIK. Folio, 2(2). https://doi.org/10.37715/folio.v2i2.3476
Section
Articles