PENGARUH PENCAHAYAAN DI PUSAT K-PAS TERHADAP PERILAKU AUTISME DEWASA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Main Article Content
Abstract
Individu Autistik memiliki perbedaan dalam cara memproses informasi sensorik dibandingkan dengan individu normal. Salah satu aspek fisik yang sangat mempengaruhi cara memproses informasi sensorik individu autisme adalah pencahayaan. Namun, penelitian sistematis mengenai pencahayaan untuk individu autisme dewasa masih terbatas dan kebanyakan lebih fokus pada anak-anak di lingkungan pendidikan. Pusat K-PAS (Komunitas Peduli Anak Spesial) adalah salah satu tempat yang memberikan dukungan dan layanan pendidikan bagi individu dengan autisme berumur 17-30 Tahun dengan kasus autisme ringan-sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai aspek yang mencakup pengalaman individu dengan autisme dewasa terkait dengan pencahayaan di Pusat K-PAS dalam proses pembelajaran public speaking. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dilakukan serangkaian eksperimen jenis pencahayaan seperti pencahayaan fluoresens dan natural. Melalui eksperimen tersebut, disimpulkan bahwa pencahayaan yang baik untuk individu autisme dewasa adalah warna lampu natural white yang terkesan netral di mata, dengan intensitas pencahayaan yang tidak menarik perhatian. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menggali sudut pandang dan pengalaman pribadi individu autisme dewasa, yang dapat memberikan wawasan berharga untuk pengembangan kebijakan dan perbaikan lingkungan di Pusat K-PAS maupun masyarakat luas.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Edition (DSM-V). Washington : American Psychiatric Publishing.
Ginanjar, A.S. (2007). Memahami Spektrum Autistik Secara Holistik. Makara Sosial Humaniora, 11(2), hlm. 90-91.
Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Mostafa, M. (2008). An architecture for autism: Concepts of design intervention for the autistic user. International Journal of Architectural Research, 2(1), 189-211.
Long, E. A. (2010). Classroom lighting design for students with autism spectrum disorders.
Amor, M. C., & Elsotouhy, A. (2016). Neuroscience and interior architecture: impact on autism. In Qatar Foundation Annual Research Conference Proceedings Volume 2016 Issue 1 (Vol. 2016, No. 1, p. SSHAPP1744). Hamad bin Khalifa University Press (HBKU Press).
Crane, L., Goddard, L., & Pring, L. (2009). Sensory processing in adults with autism spectrum disorders. Autism, 13(3), 215–228. https://doi.org/10.1177/1362361309103794
Ben-Sasson, A., Gal, E., Fluss, R., Katz-Zetler, N., & Cermak, S. A. (2019). Update of a Metaanalysis of Sensory Symptoms in ASD: A New Decade of Research. Journal of Autism and Developmental Disorders, 49(12), 4974–4996. https://doi.org/10.1007/s10803-019-04180-0
Nugraheni, S. A. (2012). Menguak belantara autisme. Buletin Psikologi, 20(1–2), 9–17. file:///C:/Users/RIKO/Downloads/11944-23346-1-SM (2).pdf
Yates, M. (2016). Building Better Schools: A New Model For Autism Inclusion in Seattle. University of Washington.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif R&D Bandung: Alfabeta, CV.
Jaedun, A. (2011). Metodologi Penelitian Eksperimen. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah. In Service I, Yogyakarta: UNY.
McCarty, M. J., & Brumback, A. C. (2021). Rethinking stereotypies in autism. In Seminars in pediatric neurology (Vol. 38, p. 100897). WB Saunders.
Simpson, S. (2020). Creating accessible healthcare environments for people with autism. Nurs Times, 116(1), 48-50.

