TINJAUAN SEJARAH, PENGARUH & TRANSFORMASI : PENGGUNAAN MOTIF HIAS TEMESIR BALI SEBAGAI ELEMEN PERANCANGAN INTERIOR
Main Article Content
Abstract
Pembahasan motif ragam hias temesir Bali sudah sering ditulis dalam penelitian-penelitian mengenai arsitektur dan ragam hias Bali, beberapa diantaranya fokus pada pengelompokkan dan penelusuran pemakaiannya di bangunan- bangunan masa lampau. Tulisan ini akan mencoba menampilkan argumentasi dari sisi yang jarang dibahas terkait dengan sejarah awal mula penggunaan motif ragam hias temesir yang merupakan sebuah hasil dari transaksi budaya
di masa lalu. Penelusuran bahasan akan dilakukan dengan metode tinjauan literatur dengan mengambil karakter sampel dari beberapa publikasi ilmiah dari jurnal dalam pustaka digital dan didukung dengan beberapa berita-berita lima tahun terakhir. Fokus penelitian akan mengungkap tentang : 1) Sejarah kemunculan motif ragam hias temesir. 2) Pengaruh budaya luar yang memengaruhi perkembangan motif ragam hias temesir, dan 3) Transformasi penggunaan
motif ragam hias temesir sebagai elemen interior. Artikel ini diharapkan dapat mengisi ruang kajian ragam hias Bali dan memberikan signifikansi terhadap pemahaman awal dari motif ragam hias temesir untuk dapat dikaji lebih dalam lagi dalam penelitian-penelitian lanjutan di masa yang akan datang.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alam Sari, I. G. R. W., Runa, I. W., & Mustika, N. W. M. (2020). Konsep Desain Hotel Resort Beridentitas Bali di Pantai Bugbug, Karangasem - Bali. Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa, 8(1), 31–36. https://doi.org/10.22225/undagi.8.1.1910.31-36
Gunung, L. D. R. A. D., Nuradhib, L. M., & Rahadiyanti, M. (2020). Perancangan Produk Interior Dan Booth Dengan Pendekatan Kearifan Lokal. AKSEN, 4(2), 65–74. https://doi.org/10.37715/aksen.v4i2.1315
Hidayatun, M. I., Prijotomo, J., & Rachmawati, M. (2014). Arsitektur Nusantara sebagai dasar pembentuk Regionalisme Arsitektur Indonesia. http://repository.petra.ac.id/id/eprint/17239
Hidjaz, T. (2018). Mengkaji Kreativitas Mencapai Makna Baru Desain Interior. Institut Teknologi Nasional Bandung.
Indriani, M. N. (2018). Eksistensi Kearifan Lokal Hindu Bali Di Era Globalisasi (Arsitektur Bali Dan Subak Kota Denpasar). Unhi Press.
Irwansyah, I. (2017). Analisis Ornamen Interior Pada Ruang Balairung Istana Maimoon Medan. PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia Dan Industri Kreatif, 3(1), 21–32. https://doi.org/10.22303/proporsi.3.1.2017.21-32
Iswati. (2016). Kajian Estetik dan Makna Simbolik Ornamen di Komplek Makam Sunan Desa Sendangduwur Paciran Lamongan. ARTY-Jurnal Seni Rupa, 5(1), 1–10.
Lukito, V. I., & Rahadiyanti, M. (2022). Perancangan Proyek Restoran Mellaca Eatery dengan Pendalaman Sense of Place. Aksen, 6(2), 57–72. https://doi.org/10.37715/aksen.v6i2.2739
Piliang, Y. A. (2003). Hantu-Hantu Politik dan Matinya Sosial. Tiga Serangkai.
Prajnawrdhi, T., Agusintadewi, N., Eka Pebriyanti, N., & Mitha Mahastuti, N. (2017). Keunikan Bentuk Ragam Hias pada Pura Dalem Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. In T. A. N. E. P. N. M. A. Prajnawrdhi (Ed.), Seminar Nasional Arsitektur dan Tata Ruang (SAMARTA) (pp. 45–52). Udayana University Press.
Riemenschneider, C. (2006). “--yang hidup di sini, yang mati di sana”: upacara lingkaran hidup di Desa Sembiran, Bali (Indonesia) (Vol. 15). LIT Verlag Münster.
Suparta, I. M. (2015). Jenis Hiasan Tatahan Bade. Imaji, 8(1). https://doi.org/10.21831/imaji.v8i1.6651

