PENERAPAN KONSEP METAFORA INTANGIBLE FISIOLOGIS DAUN PADA TATANAN LAHAN
Main Article Content
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk yang signifikan berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan yang semakin sempit di Kota Surabaya. Kejadian peralihan fungsi sektor pertanian menjadi sektor non-pertanian yang memiliki nilai ekonomis semakin meningkat, dan kurangnya minat masyarakat terhadap pengetahuan tentang teknologi pertanian semakin membuat masyarakat terasa asing pada bidang pertanian. Meningkatnya jumlah penduduk membuat permintaan bahan pangan hasil panen juga meningkat. Namun, ketersediaan lahan pertanian yang terus menurun di Kota Surabaya. Teknologi, Vertical farming menjadi metode yang banyak di gunakan pada pertanian. Tipe Controlled Environment Agriculture merupakan bentuk pertanian berbasis hydroponic yang dapat tumbuh dalam lingkungan terkendali untuk mengoptimalkan praktik hortikultura. Sehingga memerlukan desain bangunan yang bisa meningkatkan kapasitas hasil pertanian dalam suatu luas lahan yang semakin sempit. Perancangan bangunan harus selaras dengan penyediaan fasilitas pada lahan yang dapat membantu dalam mengedukasi masyarakat pada umumnya, dan masyarakat akademik pada khususnya, serta sebagai atraksi wisata yang menarik bagi masyarakat. Metode desain arsitektural yang digunakan adalah studi banding terkait objek fasilitas pertanian, tema metafora, dan tatanan terkait aspek arsitektural. Untuk pemenuhan kebutuhan bahan pangan (sayur dan buah) yang berkualitas dengan keterbatasan lahan, bangunan pusat pertanian dilengkapi dengan fasilitas edukasi dan rekreasi dengan Tema Metafora Intangible Fisiologis Daun. Konsepsi manifestasi daun yang identik dengan metabolisme tanaman, dengan meninjau karakter fungsi bangunan, diterapkan lebih lanjut dan detail pada bangunan melalui konsep Gerak Ria “Setangkai Daun” dan “Fisiologis Daun” pada tatanan lahan terkait zoning dan sirkulasi.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Antoniades, A. C. (1990). Poetics of Architecture: Theory of Design.
Arnello, A., & Soemardiono, B. (2018). Paduan Zona Agro Edu Tourism (AET) dan Plant Factory with Artificial Lighting (PFAL) pada Vertical Urban Farming.
Jurnal Sains dan Seni ITS, 7(1). https://doi.org/10.12962/j23373520.
v7i1.29213
Dewi, G. K., & Syamsiyah, N. (2020). Alih Fungsi Lahan Sawah dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Petani Di Desa Cacaban, Kecamatan Conggeang, Kabupaten
Sumedang. MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 6(2), 843–852.
Dhartaredjasa, I. (2013). Analisis citra satelit multitemporal untuk kajian perubahan penggunaan lahan di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik. Jurnal Bumi
Indonesia, 2(1), 164–173.
Djoni, D., Suprianto, S., & Cahrial, E. (2016). Kajian Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan di Kota Tasikmalaya. MIMBAR AGRIBISNIS:Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 1(3), 233–244.
Fauzi, A. R., Ichniarsyah, A. N., & Agustin, H. (2016). PERTANIAN PERKOTAAN : URGENSI, PERANAN, DAN PRAKTIK TERBAIK. JURNAL AGROTEKNOLOGI, 10(01),
–62.
Fifthariski, K., Yuliarso, H., & Hardiana, A. (2019). Penerapan Prinsip Hi-Tech Architecture pada Pusat Pelatihan dan Penelitian Pertanian Urban Vertikal di
Jakarta. SENTHONG, 2(2), 743–754.
Hakim, M. A. L. (2021). Urban Farming Metode Teknologi dan Inovasi Baru pada Pertanian Perkotaan. SSRN. Oktafiana, B. (2020). OBYEKTIFITAS DAN SUBYEKTIFITAS NILAI PERUMAHAN SEBAGAI PERMASALAHAN
PERMUKIMAN PADA DAERAH LEMBAH SUNGAI YANG
TERDAMPAK BANJIR. Mintakat: Jurnal Arsitektur, 21(2), 117–139. https://doi.org/10.26905/mj.v21i2.4388
Oktafiana, B., Ramadhani, A. N., Bakti, A. P., Gunawan,
I., Akbar, A., & Ramadhan, R. (2022). Kesesuaian Elemen Perancangan Kota bagi Masyarakat Setempat, di
Kabupaten Gresik. Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur
(LingKAr), 1(1), 42–56.
Prihatin, R. B. (2015). Alih Fungsi Lahan di Perkotaan
(Studi Kasus di Kota Bandung dan Yogyakarta). Aspirasi: jurnal Masalah-Masalah Sosial, 6(2), 105–118.
Putri, A. A., & Endangsih, T. (2021). Application of Metaphor Architecture In The Design of A Muslim Fashion Center In South Jakarta. MAESTRO, 4(2), 12–19.
Raeka, F., & Sulistyarso, H. (2012). Model Perkembangan Nilai Lahan Perkotaan di Surabaya. JURNAL TEKNIK ITS, 1(1).
Rozci, F., & Roidah, I. S. (2023). Analisis Faktor Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Non Pertanian di Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Sosio Agribis, 23(1), 35. https://doi. org/10.30742/jisa23120233192
Sapitri, H. I., Mauliani, L., & Sari, Y. (2019). Penerapan Konsep Arsitektur Metafora pada Bangunan Pusat Mode dan Kecantikan Anne Avantie di Semarang. PURWARUPA Jurnal Arsitektur, 3(3), 241–246.
Sastro, Y. (2013). PERTANI AN PERKOTAAN : Peluang, Tantangan, dan Strategi Pengembangan. Buletin Pertanian Perkotaan, 3(1), 29–36.
Sedana, I. D. G. P., & Permini, N. L. P. E. (2023). Urban Farming dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Perkotaan. Jurnal Relasi Publik, 1(3), 181–188.
Snyder, J. C., Catanese, A. J., & Sangkoyo, H. (1989). Pengantar arsitektur. Erlangga.
Surjanto, M. L., & Canadarma, W. W. (2016). Fasilitas Pertanian Vertikal dan Pasar Organik di Surabaya. JURNAL eDIMENSI ARSITEKTUR, 4(2), 777–784.
Wardah, O. A. N., & Niswah, F. (2021). STRATEGI KETAHANAN PANGAN DALAM PROGRAM URBAN FARMING DI MASA PANDEMI COVID-19 OLEH DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KOTA SURABAYA.
Publika, 9(1), 145–160. https://doi. org/10.26740/publika.v9n1.p145-160

